Jalur akan Dialihkan, Ini Rekayasa Lalu Lintas saat Pembangunan Underpass Gatot Subroto Cimahi

5 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Menyambut dimulainya pembangunan terowongan atau underpass di persimpangan Jalan Gatot Subroto – Baros, Pemerintah Kota Cimahi menyusun strategi khusus pengaturan arus lalu lintas. Langkah antisipasi ini disiapkan matang-matang, guna mencegah kemacetan parah dan menjaga kelancaran mobilitas warga selama masa konstruksi berlangsung.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Was-Was Proyek Underpass Gatot Subroto – Baros Gagal, Waktu Mepet Fisik Belum Disentuh!

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang menjelaskan, bahwa ruas jalan utama di lokasi proyek akan ditutup sepenuhnya. Oleh sebab itu, seluruh kendaraan yang melintas harus menggunakan jalur pengalihan yang sudah ditentukan agar tidak mengganggu jalannya pekerjaan.

Bagi kendaraan pribadi dan sepeda motor yang bergerak dari arah Jalan Gatot Subroto menuju akses Tol Baros atau kawasan Leuwigajah, rutenya akan dibelokkan. Pengendara melewati Jalan Gedong Opat, Jalan Sriwijaya, dan Jalan Kartini, sebelum kembali masuk ke Jalan Baros. 

“Jalur pengalihan untuk kendaraan kecil ini kami buka dua arah. Hal ini supaya pergerakan warga tetap lancar dan tidak terhambat,” jelasnya, Sabtu (30/5/2026).

Sementara itu, arus lalu lintas dari arah sebaliknya, yaitu dari Jalan Baros menuju pusat kota tetap bisa berjalan normal. Yaitu, lewat rute Jalan Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo, dan memanfaatkan terowongan Sriwijaya yang sudah ada dan beroperasi saat ini.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Cimahi Viral

Alasan Pemisahan Jalur saat Pembangunan Underpass Gatot Subroto

Sedangkan untuk kendaraan berukuran besar, ada pengaturan tegas saat proses pembangunan underpass Gatot Subroto. Truk dan bus yang melintas dari arah Padalarang ke Baros maupun sebaliknya, dilarang masuk ke jalur pengalihan kendaraan kecil. Mereka diwajibkan mengambil rute memutar melalui Jalan Mahar Martanegara dan kawasan Cimindi.

Pemisahan jalur antara kendaraan ringan dan berat ini dilakukan demi menjaga keseimbangan kapasitas jalan. Pasalnya, jalan-jalan alternatif yang dilewati warga memiliki lebar terbatas, sehingga jika dicampur dikhawatirkan justru memicu kemacetan baru. 

“Tujuan kami satu, yaitu memastikan jalan tetap aman dan arus tetap bergerak, tidak ada penumpukan kendaraan di titik-titik baru,” tegasnya.

Meski skemanya sudah disusun rinci, Dishub Cimahi masih akan terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat serta pihak kontraktor pelaksana.  Hal ini penting agar pola pengalihan bisa disesuaikan dengan setiap tahapan pekerjaan di lapangan.

Tak hanya itu, personel pengatur lalu lintas juga akan diperbanyak di titik-titik rawan dan persimpangan strategis, terutama saat jam sibuk, untuk membantu mengurai antrean.

Pembangunan underpass Gatot Subroto – Baros ini, merupakan salah satu proyek milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah mengurai kemacetan kronis yang selama ini kerap terjadi akibat penutupan palang pintu perlintasan sebidang kereta api. Ke depannya, infrastruktur ini juga diharapkan menjadi solusi keselamatan, menghilangkan risiko kecelakaan akibat pertemuan jalur kendaraan dan rel kereta api.

Baca Juga: Belum Ada Perkembangan Terbaru, Wilman Masih Targetkan Pembangunan Underpass Gatsu–Baros Dimulai Maret 2026

Mengacu data pelelangan dari LPSE Jawa Barat, proyek pembangunan underpass Gatot Subroto ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp150 miliar, dengan nilai perkiraan biaya mencapai Rp130,13 miliar. Dana pembangunan sepenuhnya ditanggung oleh APBD Provinsi. Sementara itu, Pemkot Cimahi bertanggung jawab atas pembebasan lahan yang nilainya mencapai Rp36 miliar, dan prosesnya sudah dinyatakan selesai seluruhnya. (Eri/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |