Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa

4 hours ago 6

Mass Balance belum lama ini uji laboratorium kimia otonom di luar angkasa. Mass Balance itu sendiri merupakan startup bioteknologi yang berasal dari Inggris. Peluncuran untuk pertama kali ini berlangsung pada 9 Juli 2026.

Baca Juga: Ilmuwan Usulkan Pusat Karantina di Bulan, Hindari Ancaman Spesies Invasif Antariksa

Peluncuran ke luar angkasa tersebut melibatkan roket SpaceX. Adapun tujuan pengujian ini ialah untuk mempercepat penelitian mengenai beragam penyakit kompleks maupun langka yang sangat sulit ditangani di planet Bumi. Berikut uraian selengkapnya.

Pengujian Laboratorium Kimia Otonom

Bukan tanpa alasan kenapa Mass Balance meluncurkan laboratorium kimianya ke luar angkasa. Ternyata hal tersebut untuk mempelajari bagaimana perilaku protein yang memicu penyakit dalam keadaan mikrogravitasi. Hal ini berupa lingkungan yang dinilai bisa memberi data riset medis yang sebelumnya tak bisa didapatkan di permukaan planet Bumi karena gangguan gravitasi.

Instrumen laboratorium ini sendiri memiliki ukuran sebesar jeruk bali. Di dalamnya sudah berisikan sensor, bahan kimia dan elemen kontrol. Kemudian laboratorium kecil tersebut ditempatkan di dalam pot yang ukurannya 10 cm buatan perusahaan Austria, Tumbleweed.

Misi Laboratorium Mini

Peluncuran laboratorium kimia ini menjalankan misi penting. Selama beberapa bulan nantinya, instrumen tersebut akan mengorbit planet Bumi. Kemudian perangkat ini secara otomatis akan mengukur sekaligus mengirim data mengenai bagaimana sel hidup maupun tumbuh.

Baca Juga: Misi Swift Boost NASA, Penyelamatan Teleskop Antariksa yang Diprediksi Bakal Jatuh ke Bumi

Selain itu, datanya juga berkaitan dengan bagaimana sel bisa bereaksi maupun berfungsi meskipun lingkungannya di bawah gravitasi yang lemah. Karena membawa misi tersebut, harapannya instrumen laboratorium kimia otonom ini bisa menghasilkan data yang berkualitas tinggi. Data tersebut tak bisa diperoleh dari planet Bumi karena memiliki gravitasi lebih kuat.

Gravitasi tersebut memicu efek seperti halnya konveksi dan sedimentasi. Pada akhirnya, pengumpulan data jadi terhambat. Berbeda jika tidak ada gravitasi tersebut, diyakini banyak hal menakjubkan yang akan terungkap.

Berkaitan dengan peluncuran atau pengujian tersebut, ada penjelasan tersendiri dari Toby Call. Toby Call ialah CEO sekaligus pendiri Mass Balance. Ia menjelaskan bahwa ketiadaan gravitasi bisa menciptakan kondisi yang unik untuk ilmu hayati maupun farmasi.

Fokus Utama Eksperimen

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa pengujian ini memiliki tujuan untuk mempelajari bagaimana struktur atau perilaku protein. Ternyata protein tersebut ada kaitannya dengan penyakit penuaan. Mulai dari Parkinson, Alzheimer maupun beberapa jenis penyakit kanker. Dalam lingkungan mikrogravitasi di orbit, protein bisa tumbuh lebih stabil.

Kondisi tersebut membuat ilmuwan bisa memetakan bentuknya secara jelas dan akurat. Pemetaan struktur presisi memungkinkan peneliti untuk memahami mekanisme penyakit dan merancang terapi yang sesuai. Pengujian laboratorium kimia otonom ini tentu juga berdampak positif di dunia kesehatan.

Berkaitan dengan eksperimen tersebut, Mass Balance memang melakukan observasinya secara langsung di orbit. Hal ini jauh berbeda dengan kompetitor seperti halnya Varda Space Industries atau BioOrbit karena membawa sampelnya ke Bumi. Mass Balance melakukan hal tersebut untuk memangkas tantangan teknis yang berkaitan dengan perlindungan fisik ketika menembus atmosfer kembali.

Terobosan dalam Pengembangan Obat-obatan

Ternyata uji laboratorium kimia otonom ini termasuk terobosan dalam pengembangan obat-obatan. Startup asal Inggris ini memang memiliki tingkat optimisme yang tinggi bahwa pengujian mereka bisa membuka jalan untuk menemukan obat-obatan baru. Hal tersebut mengundang antusias yang tinggi sebab selama ini terhambat karena keterbatasan penelitian di planet Bumi. Inovasi ini pun jadi angin segar tersendiri di dunia medis.

Apabila misi ini berhasil, maka bisa jadi langkah awal untuk komersialisasi riset antariksa di dunia farmasi. Keberhasilan misi tersebut juga bisa mengembangkan obat untuk menangani penyakit degeneratif. Tim peneliti memang memiliki harapan yang besar untuk bisa mengisi celah pengetahuan di model AI melalui data dari antariksa tersebut.

Baca Juga: MAVEN NASA Pensiun, Hilang Kontak dan Tak Bisa Dipulihkan Lagi

Pengujian laboratorium kimia otonom ke luar angkasa memang termasuk eksplorasi yang bermanfaat dalam penelitian ilmiah murni. Bukan hanya itu saja, uji coba laboratorium kimia otonom tersebut juga jadi aksi nyata yang menguntungkan industri farmasi atau bidang kesehatan. Meski begitu, tentu masih membutuhkan serangkaian uji lanjutan untuk mengungkap berbagai hal menarik lainnya. Harapannya, pengujian ini berhasil dan bisa mengembangkan obat untuk penanganan penyakit tadi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |