Viral Video Bocah Dikeroyok karena Dituduh Maling di Tasikmalaya, KPAID Ungkap Fakta Mengejutkan

4 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah dikeroyok oleh sejumlah orang dewasa di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, sempat viral di media sosial, Senin (6/7/2026) lalu. Anak tersebut awalnya dituduh hendak melakukan pencurian sepeda motor. Namun, belakangan terungkap fakta baru yang memicu pihak keluarga akan menempuh jalur hukum.

Kasus ini sebenarnya sempat diselesaikan di Polsek Kadipaten. Meski demikian, orang tua korban menemukan sejumlah kejanggalan setelah sang anak siuman dan mendapatkan kembali kesadarannya di rumah sakit.

Berdasarkan pengakuan jujur dari sang anak tersebut, kronologi peristiwa pengeroyokan yang sebenarnya terjadi justru sangat jauh berbeda dari narasi yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Pengendara Motor Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Cipedes Kota Tasikmalaya, Detik-Detik Kejadian Terekam CCTV

KPAID Ungkap Soal Video Bocah Dikeroyok karena Dituduh Maling di Tasikmalaya

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan korban dan orang tuanya, tuduhan pencurian tersebut sama sekali tidak terbukti. Korban secara konsisten menegaskan tidak memiliki niat sedikitpun untuk mengambil motor orang lain.

“Status pencurian itu hanya sebatas tuduhan sepihak. Situasi menjadi tidak terkendali karena ada provokasi warga yang berteriak ‘maling’, sehingga massa emosi dan melakukan pengeroyokan secara bersama-sama,” ungkapnya, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan pengakuan anak kepada orang tuanya, peristiwa itu bermula saat korban bermain dan bermalam di wilayah Kecamatan Ciawi bersama teman-temannya. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban berniat untuk pulang ke rumah menumpang mobil angkutan umum.

Nahas, korban yang seharusnya naik angkutan jurusan Pagerageung justru salah menaiki armada jurusan Malangbong. Menyadari dirinya salah jurusan, ia kemudian turun di sekitar kawasan Jalan Cagak atau Jalan Gentong Kadipaten untuk mencari kendaraan lain yang searah dengan tujuan pulangnya.

Baca Juga: Viking Tasikmalaya Datangi KPAID Kawal Kasus Pengeroyokan Bobotoh, Ato: Pelaku Harus Segera Ditangkap

Saat sedang berjalan kaki, korban melihat sebuah sepeda motor yang terparkir. Kendaraan tersebut sangat mirip dengan motor milik saudaranya yang kebetulan membuka usaha bengkel di Kecamatan Pagerageung.

Karena mengira itu adalah motor kerabatnya, korban menghampiri dan sempat menduduki motor tersebut dengan harapan bisa ikut pulang bersama.

Di sisi lain, kondisi lingkungan di kampung tersebut ternyata sedang rawan oleh aksi pencurian. Warga yang melihat gelagat korban langsung menaruh curiga dan berasumsi bahwa ia adalah seorang pelaku kejahatan.

Saat korban hendak melangkah pergi meninggalkan lokasi karena menyadari salah mengira motor, massa yang sudah tersulut emosi langsung melakukan aksi main hakim sendiri tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu.

Pihak Keluarga Tuntut Keadilan ke Polres Tasikmalaya Kota

Tidak terima buah hatinya menjadi korban kekerasan brutal, orang tua korban kini resmi melayangkan pengaduan dan meminta perlindungan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya. Pihak keluarga ingin meluruskan narasi keliru yang terlanjur mencoreng nama baik anak mereka di media sosial.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Pengeroyokan Remaja hingga Tewas di Tasikmalaya

Selain memulihkan nama baik, orang tua korban mendesak agar proses hukum tetap berjalan. Bagaimanapun, tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur tidak dapat dibenarkan oleh hukum dengan alasan apapun.

Melalui pendampingan dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya, kasus dugaan pengeroyokan dan kekerasan fisik ini akan secara resmi dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota, guna memproses para pelaku yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut.

Pihak keluarga berharap keadilan dapat ditegakkan sesuai dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |