harapanrakyat.com,- Jenis-jenis nafsu dalam Islam merupakan hal penting yang wajib dipahami oleh setiap umat muslim di dunia. Sebab, dorongan batin ini memiliki pengaruh yang amat besar terhadap tingkah laku manusia sehari-hari. Oleh karena itu, ajaran Islam selalu mengajarkan kita untuk senantiasa mengendalikan dorongan emosional tersebut.
Baca juga: Ketentuan Nazar dalam Islam dan Konsekuensi Bagi Pelanggar Janji
Secara umum, para ulama membagi tingkatan jiwa ini ke dalam beberapa kelompok yang berbeda. Pembagian ini bertujuan mulia untuk memudahkan kita dalam mengenali setiap potensi keburukan di dalam diri. Selanjutnya, umat diharapkan mampu mencapai sebuah derajat kesucian jiwa yang paling tinggi di hadapan Allah.
Memahami Jenis-jenis Nafsu Manusia dalam Islam
Tingkatan pertama yang paling rendah sering disebut oleh para ahli agama sebagai tingkatan amarah. Kondisi jiwa ini cenderung selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai macam perbuatan yang amat buruk. Sebagai contoh, seseorang akan sangat mudah merasa iri, marah, tamak, serta egois terhadap orang lain.
Akibatnya, jiwa yang dikuasai amarah ini sering kali merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat luas. Namun demikian, syariat memberikan panduan berupa ibadah puasa untuk segera menahan dorongan tercela ini. Selain itu, kita juga sangat dianjurkan untuk terus memperbanyak doa dan lantunan istighfar setiap waktu.
Baca juga: Kisah Ali Al Muwaffaq, Tukang Sol Sepatu yang Hajinya Mabrur Tapi tidak Berhaji
Kemudian, tingkatan selanjutnya dikenal luas dengan sebutan istilah lawwamah yang berarti jiwa yang penuh penyesalan. Pada fase ini, manusia perlahan mulai memiliki kesadaran spiritual ketika melakukan sebuah tindakan yang salah. Mereka akan langsung mencela dirinya sendiri sesudah melakukan sebuah kemaksiatan atau melanggar hukum agama suci.
Walaupun demikian, tingkatan lawwamah masih belum memiliki sebuah ketenangan spiritual yang benar-benar stabil dan sempurna. Terkadang, seseorang pada derajat ini masih bisa terjerumus kembali ke dalam sebuah lembah kemaksiatan dunia. Maka dari itu, perjuangan batin wajib terus dilakukan secara konsisten agar rohani mencapai level tertinggi.
Puncak Nafsu Manusia
Puncak tertinggi dari perkembangan jiwa manusia ini senantiasa dinamakan sebagai muthmainnah atau jiwa yang tenang. Jiwa yang damai ini selalu merasa ridha terhadap segala macam ketetapan dari Tuhan semesta alam. Tentu saja, kondisi batin ini membuat seseorang sama sekali tidak lagi terombang-ambing oleh urusan duniawi.
Contoh wujud perilakunya adalah sikap selalu bersyukur dan tabah saat menghadapi berbagai rintangan hidup berat. Mereka juga senantiasa merasa sangat bahagia ketika melaksanakan berbagai amalan ibadah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Lebih lanjut, pencapaian derajat mulia ini merupakan tujuan utama dari proses penyucian jiwa dalam Islam.
Baca juga: Hadits Tentang Menutup Aurat bagi Pemeluk Agama Islam
Untuk tujuan ini, setiap individu wajib selalu menjaga pandangan serta menghindari pengaruh dari lingkungan negatif. Lingkungan pergaulan yang sangat baik pasti akan banyak membantu kita dalam membentuk sebuah karakter positif. Sebaliknya, kawan yang berakhlak buruk dapat dengan sangat mudah menjerumuskan kita pada jurang keburukan lagi.
Di samping itu, rutinitas beribadah pada malam hari sangat bermanfaat untuk menjernihkan akal pikiran manusia. Amalan malam seperti shalat tahajud terbukti mampu menekan gejolak emosi negatif di dalam dada kita. Dengan demikian, pertahanan hati akan menjelma menjadi jauh lebih kuat dalam menolak segala godaan setan.
Kesimpulannya, umat muslim wajib mengenali berbagai jenis dorongan batin serta wujud nafsu di dalam dirinya. Pemahaman utuh soal jenis-jenis nafsu dalam Islam ini akan menjadi bekal amat berharga untuk terus memperbaiki kualitas akhlak setiap hari. Pada akhirnya, pengendalian rohani secara tepat dan ibadah akan membawa setiap hamba menuju kebahagiaan sejati di akhirat. (Muhafid/R6/HR-Online)

3 hours ago
4

















































