harapanrakyat.com,- Proyek strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang dibangun dengan dana APBN 2025 senilai Rp 10,6 miliar, hingga kini belum rampung sepenuhnya. Padahal, batas waktu penyelesaian kontrak telah berlalu sejak 31 Desember 2025 lalu, atau sudah tertunda selama lima bulan.
Pantauan harapanrakyat.com di lokasi, Selasa 2 Juni 2026, bangunan Kampung Nelayan Merah Putih terlihat kokoh berdiri, namun tanpa seorangpun ada di dalamnya.
Hingga saat ini, progres fisik pembangunan proyek strategis nasional yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu baru mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini menuai kekecewaan pihak desa selaku penerima manfaat.
Baca Juga: Penolakan KJA di Pantai Timur Tetap Berlanjut, HNSI Akan Lakukan Pergerakan
Bahkan Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, menegaskan pihaknya tidak akan menerima serah terima pekerjaan jika belum tuntas 100 persen.
Pemdes Apresiasi Proyek Strategis Nasional KNMP Pangandaran
Eris Darmawan mengaku sangat mengapresiasi kehadiran program ini yang bertujuan mengangkat perekonomian masyarakat. Khususnya para nelayan.
Namun, keterlambatan penyelesaian dan masih banyaknya detail pekerjaan yang belum rapi menjadi catatan serius bagi pihaknya.
“Seharusnya pekerjaan proyek strategis nasional ini selesai akhir Desember lalu. Tapi sampai sekarang belum beres total. Kami kecewa, apalagi masih banyak bagian yang belum selesai atau kurang rapi. Kami sudah berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar segera diselesaikan. Jangan sampai program bagus ini berakhir tidak jelas,” kata Eris.
Lahan pembangunan KNMP ini berada di hamparan tanah sekitar 1,8 hektar milik Desa Karangjaladri, berlokasi strategis di Jalur Pantai Batu Hiu-Bojongsalawe, berbatasan langsung dengan Desa Ciliang.
Baca Juga: Bupati Citra Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa Forum Nelayan BBL di Pangandaran
Meski agak jauh dari pemukiman nelayan dan Pelabuhan Bojongsalawe, lokasi proyek strategis nasional ini dipilih karena keterbatasan lahan. Sekaligus untuk mengembangkan potensi wilayah berbasis pariwisata.
“Posisi ini sangat strategis, dekat wisata dan pantai. Di sini nanti ada rest area, rumah makan, pasar ikan, pabrik es, bengkel mesin. Hingga tempat penjualan perbekalan nelayan dan lainnya. Sangat cocok menggabungkan potensi perikanan dan pariwisata,” terang Eris.
Pemdes Minta Kejelasan Peresmian
KNMP ini nantinya akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karangjaladri, dan menjadi satu-satunya KDMP di Pangandaran yang memiliki aset bernilai puluhan miliar rupiah setelah fasilitas ini dihibahkan ke koperasi, bukan ke pemerintah desa.
Meski bangunan belum selesai, persiapan operasional ternyata sudah matang. Pengurus, manajer, hingga anggota koperasi sudah dibentuk dan telah mengikuti pelatihan.
Berbagai fasilitas penunjang seperti mobil boks pendingin, 10 unit perahu beserta mesin dan alat tangkap ikan juga sudah didistribusikan. Pihak desa bahkan sudah mengajukan pinjaman modal operasional senilai Rp1 miliar ke Bank Indonesia.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Pesisir, bank bjb Edukasi Pengelolaan Keuangan Nelayan Gebang Mekar Cirebon
“SDM kami sudah siap total, tinggal menunggu fisik beres. Kami juga sudah punya modal rencana operasional. Tapi kami punya prinsip tegas, kalau bangunan dan fasilitas belum 100 persen beres, kami tidak akan tanda tangan berita acara serah terima,” tandas Eris.
Alasannya jelas. Jika serah terima dilakukan saat masih ada kekurangan atau pekerjaan belum tuntas, maka tanggung jawab perbaikan akan beralih ke pihak desa dan koperasi. Padahal nilai anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Kalau sudah kami terima, nanti yang rusak atau kurang jadi tanggungan kami. Padahal ini proyek strategis nasional sekala besar. Kami tidak mau terbebani masalah teknis yang seharusnya diselesaikan kontraktor. Sudah lima bulan molor, kami minta ada kejelasan kapan benar-benar selesai dan kapan peresmiannya. Intinya belum beres, kami tolak terima,” ujarnya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

22 hours ago
14

















































