harapanrakyat.com,- Gelombang protes mahasiswa kembali membanjiri Kantor Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis (4/6/2026). Puluhan aktivis yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban nyata dari Bupati dan Wakil Bupati yang dinilai minim prestasi sejak menjabat pada 2024 lalu.
Aksi ini didasari oleh kajian ilmiah dan temuan memprihatinkan di lapangan. Koordinator Lapangan, Ijtihad Aulia, memaparkan sejumlah “potret buram” Kabupaten Tasikmalaya yang hingga kini belum tertangani secara signifikan.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan mahasiswa antara lain ketidakjelasan progres pembangunan Lapang Kaliki. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merosot, maraknya tambang ilegal, serta polusi mikroplastik di Sungai Ciwulan.
Mahasiswa juga menyoroti sektor pendidikan. Tercatat sekitar 4.000 peserta didik di Kabupaten Tasikmalaya putus sekolah. Serta persoalan buruknya infrastruktur, akses jalan kabupaten yang rusak parah dan berlubang di berbagai titik.
“Bupati dan Wakil Bupati telah menjabat sejak 2024, namun belum ada progres signifikan terkait penanganan masalah masyarakat,” tegas Ijtihad Aulia saat ditemui di lokasi aksi.
Alasan Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Dinas Luar Jadi Sorotan
Kekecewaan mahasiswa memuncak saat mengetahui Bupati Tasikmalaya dan wakilnya tidak berada di tempat untuk menemui massa. Pemerintah Daerah hanya mengutus Asisten Daerah, Asep Gunandi, untuk meredam situasi.
Baca Juga: PMII Beri Rapor Merah Setahun Kepemimpinan Bupati Tasikmalaya, Soroti Utang hingga Aset Mangkrak
Berdasarkan keterangan pihak birokrasi, kedua pimpinan tersebut sedang melaksanakan agenda di luar kota. Bupati dilaporkan tengah berada di Yogyakarta untuk rapat evaluasi inflasi dan stunting dengan Kemendagri. Sementara Wakil Bupati berada di Jakarta.
Mahasiswa menilai alasan “dinas luar” yang berbarengan ini hanyalah alasan untuk menghindari aspirasi publik. “Kami sangat kecewa tuntutan kami tidak diindahkan. Orang yang paling bertanggung jawab tidak hadir dengan dalih keluar kota,” ujar Ijtihad.
Ancam Aksi Susulan dengan Massa Lebih Besar
Karena hanya ditemui oleh pejabat yang tidak memiliki kuasa pengambilan keputusan strategis, aliansi BEM se-Tasikmalaya memilih untuk menarik massa dari lokasi.
Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Viman-Diky, Aliansi BEM se-Tasikmalaya Gelar Unjuk Rasa Evaluasi
Namun, mereka memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ijtihad menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari pergerakan mereka.
“Langkah ke depan, kami akan menggelar aksi yang jauh lebih besar dengan mengajak seluruh mahasiswa di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya untuk turun lagi ke jalan,” pungkasnya. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
4

















































