harapanrakyat.com,- Belakangan ini, pemandangan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) yang menyemprotkan air di tengah riuhnya acara kelulusan sekolah kerap menjadi tren. Namun, pemandangan serupa dipastikan tidak akan terlihat lagi di Kabupaten Ciamis.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ciamis, Ega Anggara, menegaskan bahwa pihaknya melarang seluruh personel dan armada Damkar Ciamis terlibat dalam kegiatan yang sifatnya sekadar seremonial hura-hura seperti itu.
Baca juga: Tak Ada Damkar, Orang Tua Siswa SDN 3 Sukasari Ciamis Pakai Alat Steam untuk Tradisi Kelulusan
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Ega mengungkapkan, salah satu pemicunya adalah adanya ketidaksesuaian antara permohonan tertulis dengan realisasi di lapangan. Banyak sekolah mengajukan undangan dengan dalih sosialisasi atau edukasi pencegahan kebakaran, namun saat petugas tiba, acara justru berubah menjadi hura-hura penyemprotan air ke siswa.
“Banyak undangan sosialisasi masuk lewat surat, tapi begitu di lapangan kondisinya berbeda. Hanya jadi acara seremonial penyemprotan. Kami ingin mengembalikan fungsi Damkar ini ke jalur profesionalisme kerja yang sesungguhnya,” ungkap Ega Anggara saat dikonfirmasi, Selasa (02/06/2026)
Menjaga Marwah Institusi dan Antisipasi kebencanaan
Menurut Ega, urusan kedaruratan dan kebencanaan bukanlah sebuah atraksi hiburan. Di tengah keterbatasan armada dan personel yang dimiliki Damkar Ciamis saat ini, menjaga kesiapsiagaan penuh jauh lebih krusial daripada menghadiri pesta kelulusan yang urgensinya dinilai sangat kecil
“Ada risiko besar yang mengintai kita jika armada Damkar dipaksa meladeni acara seremonial. Urusan penyelamatan (rescue) adalah tugas bertaruh nyawa yang penuh bahaya maka kemungkinan acara seremonial seperti semprot anak saat kelulusan akan ditiadakan,” jelasnya.
Selain masalah profesionalisme dan operasional, kebijakan ketat ini diambil menyusul adanya atensi dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Ciamis terkait kekhawatiran adanya pungutan biaya di sekolah-sekolah yang melibatkan atribut Damkar.
Ega dengan tegas meluruskan isu tersebut agar tidak menjadi fitnah yang merusak nama baik instansi. Ia memastikan bahwa seluruh program edukasi resmi dari Damkar ke sekolah-sekolah adalah gratis.
“Terkait kekhawatiran adanya pungutan, kami tegaskan bahwa untuk edukasi per siswa, Damkar tidak pernah mematok tarif. Dibayar atau tidak dibayar, itu tidak masalah bagi kami. Pelayanan kami tulus,” kata Ega meluruskan.
Melalui kebijakan ini, Satpol PP Ciamis berharap masyarakat dan pihak sekolah bisa lebih bijak. Damkar Ciamis menyatakan tetap membuka pintu lebar-lebar jika sekolah ingin mengadakan simulasi atau edukasi kebakaran yang substantif. Namun, jika tujuannya hanya untuk pesta semprot air, Ega Anggara meminta maaf karena harus menolaknya demi keselamatan publik Ciamis yang lebih luas,” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online)

7 hours ago
4

















































