Tari Seblang Banyuwangi, Kesenian Tradisional Sakral dari Suku Osing

6 hours ago 5

Tari Seblang Banyuwangi adalah kesenian yang berasal dari suku Osing di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat istimewa karena bersifat sakral dan ritual. Kesenian ini pun sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan masyarakat mewariskannya secara turun-temurun.

Baca Juga: Mengenal Sanggar Seni Dangiang Putra di Kota Banjar, Konsisten Cetak Generasi Pecinta Tari Jaipong dan Gamelan

Mengenal Tari Seblang Banyuwangi

Selain Gandrung, wilayah paling timur Pulau Jawa ini juga memiliki kesenian menarik lainnya yaitu tari Seblang. Meskipun sama-sama kesenian tari, namun Seblang dan Gandrung memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Gandrung memiliki tujuan utama sebagai hiburan sedangkan Seblang untuk kepentingan spiritual dan ritual adat.

Kesenian ini merupakan peninggalan yang sakral dan berbau mistis dari suku Osing, suku asli di Banyuwangi. Kesenian ini akan dibawakan setahun sekali dalam upacara bersih desa dan tolak bala untuk menghilangkan kesialan. Meskipun begitu, kesenian ini pun telah menjadi daya tarik khas yang sukses menarik perhatian banyak wisatawan.

Asal-Usul Tari Seblang

Tari Seblang Banyuwangi sudah ada sejak zaman Kerajaan Blambangan dan berlanjut ke zaman selanjutnya secara turun-temurun. Awalnya kesenian ini merupakan ritual kuno masyarakat suku Osing untuk bersih desa dan tolak bala. Hal tersebut sesuai dengan nama Seblang yang berasal dari kata sebele ilang atau hilangnya kesialan.

Baca Juga: Tari Legong Bali, Berasal dari Mimpi Jadi Kesenian Populer

Tokoh yang terkenal sebagai perintis awal dari kesenian khas dan sakral ini yaitu Mbah Milah. Setelah itu, ia menurunkan perannya tersebut kepada anaknya yang bernama Semi. Semi kemudian juga tercatat menjadi penari awal dari tari Gandrung Wanita di Banyuwangi.

Seblang di Desa Olehsari dan Desa Bakungan

Kesenian tradisional ini ada di dua desa berbeda di Banyuwangi yaitu Desa Olehsari dan Desa Bakungan. Menariknya Seblang di Desa Olehsari dan Bakungan memiliki beberapa perbedaan meskipun makna dan tujuannya sama. Perbedaan antara keduanya terletak pada usia penari utama, kostum atau aksesoris, dan waktu pelaksanaannya.

Tari Seblang Banyuwangi Desa Olehsari dilaksanakan dalam ritual yang berlangsung 7 hari seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Penarinya adalah seorang gadis perawan yang belum akil baligh dan berasal dari garis keturunan penari sebelumnya. Ia akan menggunakan mahkota kepala dari pupus daun pisang muda dengan hiasan bunga segar dan cermin kecil.

Tari Seblang di Desa Bakungan berlangsung selama satu malam seminggu setelah Hari Raya Idul Adha. Penari di desa ini merupakan seorang wanita berusia di atas 50 tahun atau yang sudah menopause. Penari tersebut menggunakan mahkota kepala atau omprok dengan hiasan bunga dan potongan kain putih menyerupai rambut.

Keunikan Kesenian Seblang

Dalam pelaksanaan kesenian ini terdapat keunikan yang menjadi ciri khas dari tarian tradisional ini. Keunikannya yaitu penari akan menari dalam kondisi tidak sadar karena dirasuki oleh roh leluhur. Gerakan tubuhnya abstrak namun tidak kaku dan spontan dengan mengikuti alunan musik tradisional.

Keunikan lainnya dari Tari Seblang Banyuwangi yaitu Ider Bumi yaitu mengarak penari berkeliling desa sebagai simbol pembersihan. Selain itu terdapat momen Tundik yaitu ketika penari yang kerasukan akan melemparkan selendang ke arah penonton. Penonton yang terkena lemparan selendang maka harus ikut menari bersama dengan penari.

Makna Kesenian Seblang

Kesenian Seblang juga memiliki beberapa makna mendalam yang sangat penting bagi masyarakat di Banyuwangi. Maknanya yaitu sebagai tolak bala untuk membersihkan desa dari wabah penyakit, pageblug, maupun bencana. Kemudian kesenian ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas keselamatan, rezeki, dan kedamaian masyarakat.

Makna lain dari kesenian ini yaitu menjadi pengikat solidaritas masyarakat setempat di Banyuwangi. Sebab dalam pelaksanaan ritual bersih desa ini masyarakat harus bergotong royong sehingga mampu mendukung kebersamaan. Kesenian ini bahkan juga menjadi jembatan antara dunia manusia dan roh leluhur yang bisa menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga: Tari Gambyong Jawa Tengah, Kesenian Tradisional yang Berawal dari Tarian Tledhek

Tari Seblang Banyuwangi menjadi kesenian sakral dari suku Osing yang sangat menarik dan juga unik. Di Banyuwangi sendiri terdapat dua jenis tarian di dua desa berbeda yaitu Desa Olehsari dan Bakungan. Keduanya memang memiliki beberapa perbedaan namun tetap memiliki makna dan tujuan yang sama. Tari Seblang kini pun telah menjadi daya tarik kesenian dan wisata dari Banyuwangi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |