harapanrakyat.com,- Saat sebagian besar warga Dusun Ciburuy, Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat masih terbuai mimpi, pintu kios BRILink milik agen Wawan (50) sudah terbuka lebar di jalur perlintasan Panawangan-Rancah. Cahaya lampunya berpendar menerangi jalanan yang mulai dilewati satu-dua kendaraan. Jarum jam baru menunjukkan pukul 05.00 WIB, sementara kabut tipis khas pegunungan masih menyelimuti Dusun Ciburuy.
Kios Wawan kini lebih banyak dijaga putrinya, Rina Hasanah (28) bersama suaminya, Yudi (32). Pasangan suami istri itu menyalakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dan merapikan lembaran uang di dalam laci usai salat Subuh. Keduanya bersiap menerima warga maupun pengendara yang ingin memanfaatkan jasanya. Bagi warga sekitar, kios BRILInk Wawan tidak hanya sekedar tempat transaksi, tetapi jadi penyelamat urusan dapur dan bisnis mereka di waktu-waktu tak terduga.
Pria yang kini mengelola perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per hari ini, sepuluh tahun lalu adalah seorang pedagang kecil yang didera ketakutan hebat hanya untuk menyentuh sistem perbankan.
Rina menceritakan perjalanan hidup ayahnya kepada harapanrakyat.com. Sebagai seorang anak, Rina sempat menyaksikan hidup ayahnya dulu hanya bersandar pada sebuah kios kecil. Setiap hari, Wawan bertarung dengan nasib di pinggir jalan, menjual nasi dan pisang untuk menghidupi keluarganya. Pendapatannya pun tidak menentu, hanya lembaran recehan yang lecek berselimut keringat.
Jadi Agen BRILink di Rajadesa Ciamis yang Buka Sejak Subuh
Suatu siang, seorang petugas dari Bank BRI datang menghampiri kios nasinya. Petugas itu menawarkan sebuah konsep yang asing di telinga Wawan: menjadi Agen BRILink. Bukannya tergiur, Wawan justru merasa ngeri. Baginya yang awam, memegang uang orang lain dalam jumlah besar adalah tanggung jawab yang menakutkan.
“Awalnya Bapak ragu sekali, bahkan sempat menolak. Takut salah hitung, takut uangnya hilang. Namanya juga belum paham teknologi dan pengelolaan keuangan yang besar,” kenang Rina, Selasa (9/6/2026).
Namun, petugas BRI tidak menyerah. Edukasi demi edukasi diberikan secara telaten. Wawan diyakinkan bahwa sistem perbankan digital ini aman dan mudah dioperasikan, bahkan oleh seorang lulusan sekolah dasar sekalipun.
“Akhirnya waktu itu Bapak pun luluh dan mau mencoba, saya pun juga membantu Bapak,” kata Rina.
Langkah pertama Wawan tidak langsung disambut karpet merah. Pada bulan-bulan awal, kiosnya sepi peminat. Warga desa masih asing dan skeptis. Wawan pun hanya mengantongi keuntungan berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 saja per bulan. Angka yang jauh dari kata cukup, bahkan sempat membuat beberapa tetangga memandangnya sebelah mata.
Namun, pengalaman hidup di jalanan membentuk mental Wawan menjadi sekeras baja. Ia mengamati ritme hidup masyarakat Desa Purwaraja yang mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang pasar, dan buruh. Ia pun menemukan celah yang tidak bisa dipenuhi oleh kantor bank konvensional yakni waktu.
Alasan Buka Sejak Subuh
Wawan mengambil keputusan berani yang kelak mengubah nasibnya. Ia memperpanjang jam operasional kiosnya secara ekstrem, mulai dari pukul 05.00 WIB subuh hingga pukul 23.00 WIB malam. Total 18 jam sehari.
“Bapak itu mikirnya sederhana. Orang pasar atau petani yang mau ke sawah subuh-subuh sering butuh uang tunai atau mau transfer ke anaknya di kota sebelum berangkat kerja. Kalau malam, giliran pekerja yang baru pulang toko yang mau bayar tagihan. Kalau nunggu bank buka jam 8 pagi dan tutup jam 3 sore, kasihan mereka yang waktunya mepet,” tutur Rina.
Baca Juga: Kisah Helmi Bangun Seblak Chacha Jadi Kuliner Hits di Ciamis
Strategi ‘Subuh-Malam’ ini menjadi pembeda utama. Saat agen lain atau bank-bank di kota sudah menutup rapat pintunya, kios BRILink Wawan tetap menyala di kegelapan jalur Panawangan-Rancah. Perlahan tapi pasti, kepercayaan masyarakat terbangun kuat.
Buka Kios BRILink Baru
Melihat antusiasme warga yang luar biasa dan kewalahan melayani antrean yang kian mengular setiap harinya, Wawan menyadari bahwa satu gerai saja tidak lagi cukup. Sukses dengan outlet pertama di Dusun Ciburuy tidak membuatnya berpuas diri. Guna memperluas jangkauan dan mempermudah akses bagi warga yang tinggal lebih jauh, Wawan mengambil langkah ekspansi yang besar. Kini, ia resmi mengelola dua outlet BRILink sekaligus.
“Akhirnya bapak memutuskan buka kios BRILink baru, lokasinya sengaja pilih yang strategis, tapi masih ada di wilayah Kecamatan Rajadesa. Tujuannya, bapak ingin layanan kami bisa dinikmati oleh masyarakat desa, tanpa perlu menempuh perjalanan jauh,” ungkap Rina.
Kini, kerja keras mengelola dua cabang dari fajar hingga menjelang tengah malam itu berbuah sangat manis. Konsistensi menjaga ritme pelayanan di kedua lokasi tersebut sukses mengantarkan Wawan bersama putrinya meraup keuntungan bersih belasan juta rupiah setiap bulannya. “Alhamdulillah, padahal dulu bapak hanya penjual nasi dan pisang di pinggir jalan,” katanya.
Bantu Pengendara di Jalur Perlintasan Panawangan-Rancah
Saprudin (51), seorang warga Rancah Ciamis mengaku terbantu dengan layanan BRILink milik Wawan. Ia pernah dalam perjalanan menuju Ciamis kota, dan tidak memiliki uang tunai. Sementara bensin mobilnya sudah kelap-kelip, ia memutuskan untuk membeli bensin di pinggir jalan mengingat SPBU masih jauh.
“Pernah, nggak bawa uang tunai waktu perjalanan ke Ciamis, niatnya memang mau ambil uang di ATM kalau sudah di kota. Saya lupa isi bensin, udah kelap kelip nih indikator bensin, panik, nggak bawa uang, terus ke SPBU jauh, eh lihat ada agen BRILink, saya berhenti, tarik uang tunai di kios Pak Wawan ini, alhamdulillah akhirnya bisa beli bensin,” kenangnya.
Baca Juga: Kisah Pensiunan di Ciamis Menanti Kedatangan Petugas BRI Setiap Bulan
Saprudin kini tidak pernah lagi kebingungan jika uang tunainya habis. Masalah transfer juga sudah tidak lagi jadi masalah, lantaran bisa melalui BRILink milik Wawan. “Masalah transfer juga sekarang gampang, tinggal ke BRILink, nggak perlu ke ATM. Kadang saya karena sudah tua mau transfer lewat aplikasi itu ada perasaan ragu, takut salah kirim, jadi saya pikir lebih aman kalau lewat BRILink,” tandasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

13 hours ago
8

















































