harapanrakyat.com,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis mencatat sebanyak 436 koperasi di Tatar Galuh masuk dalam kategori sehat dan aktif. Jumlah tersebut setara dengan 47,34 persen, dari total 921 koperasi yang terdata setelah dilakukan pemetaan ulang (mapping).
Baca Juga: Perkuat Pemberdayaan Ekonomi, Pemkab Ciamis Tetapkan SK Bupati ke 36 Sentra IKM
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM DKUKMP Ciamis, Dini mengungkapkan, bahwa data awal pada aplikasi Online Data System (ODS) sebenarnya mencatat ada lebih dari 1.000 koperasi. Namun, setelah diverifikasi karena adanya data ganda sejak tahun 2015, angka riil yang menjadi acuan adalah 921 koperasi.
“Indikator Kinerja Utama (IKU) dinas kita dihitung dari jumlah koperasi sehat dibagi total jumlah koperasi dikali 100 persen. Saat ini ada 436 koperasi aktif yang masuk kategori sehat,” ungkap Dini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).
Menurut Dini, ada dua parameter utama sebuah koperasi dinilai sehat. Pertama data kualitatif dengan indikator tata kelola koperasi dan profil risiko. Kemudian kedua data kuantitatif, kinerja keuangan dan permodalan.
Strategi DKUKMP Ciamis Tingkatkan Sisanya Menjadi Koperasi Sehat
Menyikapi sisanya yang belum masuk kategori sehat di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah, Bidang Koperasi DKUKMP Ciamis tidak tinggal diam. Dini menegaskan, pihaknya menolak menyerah dan justru melahirkan dua inovasi tanpa membebani APBD.
Inovasi pertama adalah Sobat KDMP (Sosialisasi Bersama, Asistensi Teknis Pelaporan Digital Berbasis Daring). Program yang bekerja sama dengan Diskominfo Ciamis ini, menyasar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau koperasi baru yang belum melakukan pelaporan dan RAT secara daring.
Baca Juga: Program MBG Jadi Angin Segar bagi Pelaku Usaha Lokal, DKUKMPP Ciamis: Tangkap Peluangnya!
Inovasi kedua dinamai Lentera Menara (Layanan Terpadu Pendampingan RAT dan Pelaporan menuju Koperasi yang Sehat dan Berkualitas). Lewat program ini, tim dinas langsung “jemput bola” ke lapangan, dengan memanfaatkan momentum kegiatan lain demi menghemat operasional.
“Lentera Menara ini istilahnya sambil menyelam minum air. Kalau kami ada undangan jadi narasumber di kecamatan, tim pendampingan kami ajak sekalian. Kami kumpulkan pengurus koperasi di desa setempat lewat telepon, untuk dibimbing langsung membuat laporan dan RAT di tempat. Alhamdulillah sudah berjalan tiga kali,” jelas Dini.
Progres KDMP di Ciamis
Selain memetakan koperasi sehat, DKUKMP Ciamis juga menyampaikan progres terkait perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang menjadi program strategis. DKUKMP mencatat dari target pembangunan 206 gerai di 265 desa/kelurahan, saat ini sudah ada 79 yang pembangunannya rampung 100 persen. Sementara sisanya masih variatif di kisaran 20 hingga 90 persen.
Dari jumlah tersebut, baru 30 KDMP yang sudah mulai berjalan dan memiliki unit usaha sendiri. Rata-rata bergerak di sektor konsumtif dan kemitraan strategis.
“Unit usahanya mulai dari agen pupuk, pangkalan LPG, toko sembako, hingga bermitra dengan PosPay dan BRILink. Karena ini program baru, pengurus masih mencari jenis usaha yang cocok dengan potensi unggulan di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Dini juga meluruskan, bahwa hingga saat ini belum ada suntikan permodalan untuk operasional. Namun ada beberapa KDKMP yang sudah menerima sarana prasarana, baik berupa angkutan atau sarana lainnya. Modal yang berputar di 30 KDMP yang sudah berjalan, murni berasal dari swadaya dan kemandirian anggota.
Oleh karena itu, peran Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui dinas saat ini difokuskan pada tiga fungsi utama. Yaitu, pemberdayaan koperasi, peningkatan SDM pengurus dan pengawas, serta pengawasan dan pendampingan pelaporan melalui aplikasi Simkopdes.
Baca Juga: Pemerintah Pusat Bangun 30 Sarana Koperasi Merah Putih di Ciamis, Dukung Penguatan Ekonomi Desa
“Harapan kami, KDMP yang merupakan program strategis nasional ini ke depan benar-benar bisa memberdayakan ekonomi masyarakat desa, dan berjalan sinergis dengan program lainnya,” pungkas. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 hour ago
7

















































