harapanrakyat.com,- Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kian memprihatinkan. Jalan di Kecamatan Purwadadi yang rusak parah ini, tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi, melainkan melumpuhkan akses kesehatan masyarakat setempat.
Baca Juga: Bertahun-tahun Rusak Parah, Warga Sidamulih Ciamis Desak Perbaikan Jalan Darmaga-Cikupa
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan parah terjadi di jalur Bojongnangka-Purwadadi. Titik kerusakan paling parah tersebar di beberapa desa. Mulai dari Desa Kutawaringin, Pasirlawang, hingga akses utama di depan Kantor Kecamatan Purwadadi menuju Desa Sidarahayu.
Kepala Desa Kutawaringin, Kartim, membenarkan adanya sisa jalan kabupaten di wilayahnya sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang hingga kini belum tersentuh perbaikan. Jalan yang rusak parah itu merupakan akses vital di ujung kecamatan Purwadadi, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pamarican serta Kota Banjar.
“Terakhir kali ada perbaikan jalan itu pada tahun 2024 silam. Sampai saat ini, masih menyisakan sekitar 2 kilometer lagi yang belum ada kelanjutan pembangunan atau perbaikan,” ungkap Kartim kepada HR Online, Senin (6/7/2026).
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Pasirlawang, Yanto. Menurutnya, jalan kabupaten yang melintasi desanya mengalami kerusakan yang tidak kalah parah, yakni mencapai sekitar 3 kilometer.
“Kerusakan dimulai dari depan kantor desa hingga perbatasan Desa Purwadadi. Kondisinya rusak parah, bahkan akibat jalan yang berlubang ini, sudah banyak pengguna jalan yang mengalami kecelakaan,” terangnya.
Baca Juga: Sering Amblas dan Berlubang, Infrastruktur Jalan di Bangbayang Ciamis Bahayakan Pengendara Motor
Gara-Gara Jalan Purwadadi Ciamis Rusak Parah, Warga Ramai-ramai Migrasi Faskes
Dampak dari rusaknya jalan Purwadadi-Sidarahayu ini ternyata berbuntut panjang. Kerusakan jalan tepat di depan Kantor Kecamatan Purwadadi tersebut tidak hanya mengganggu perputaran ekonomi. Namun juga, membuat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Purwadadi.
Akibat akses jalan yang hancur dan membahayakan, banyak warga yang akhirnya memilih memindahkan fasilitas kesehatan (faskes) BPJS mereka ke puskesmas lain di luar wilayah. Bahkan tidak sedikit warga yang migrasi faskes menyeberang ke provinsi Jawa Tengah.
Fenomena perpindahan faskes massal ini dibenarkan oleh Kasubag TU Puskesmas (PKM) Purwadadi, Kasiman.
“Untuk warga Desa Sidarahayu, sekarang banyak yang pindah faskes. Semula faskes mereka di PKM Purwadadi, kini banyak yang bermigrasi ke Puskesmas Sidaharja di Kecamatan Lakbok. Bahkan ada juga yang pindah ke Sidareja, Kabupaten Cilacap (Jateng),” ungkap Kasiman.
Kasiman menjelaskan, wilayah Sidarahayu memang berada di perbatasan langsung dengan Sidareja, Jawa Tengah. Keputusan warga pindah faskes, semata-mata demi kecepatan waktu tempuh dan keselamatan di perjalanan saat membutuhkan pertolongan medis darurat.
Pihak Puskesmas Purwadadi awalnya terkejut melihat adanya lonjakan data perpindahan faskes warga yang cukup signifikan. Untuk mengetahui penyebab pastinya, pihak manajemen puskesmas langsung menggelar audiensi dan turun ke lapangan.
“Saat melihat data perpindahan faskes yang cukup besar, kami langsung turun ke wilayah untuk memastikan alasan warga. Ternyata alasannya seragam, yaitu karena kondisi jalan di wilayah Kecamatan Purwadadi yang rusak parah. Jadi, warga mencari akses jalan yang bagus dan lebih cepat menuju layanan kesehatan,” pungkas Kasiman.
Baca Juga: Tak Ada Anggaran, Warga Lakbok Ciamis Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Gara-gara KDMP?
Kini, masyarakat di Kecamatan Purwadadi sangat berharap Pemkab Ciamis melalui dinas terkait, bisa segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak parah tersebut. Hal itu sebagai antisipasi sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak akibat infrastruktur yang terabaikan. (Suherman/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

9 hours ago
11

















































