Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar: Karakter Jadi Penentu Masa Depan Siswa 

5 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 di Jawa Barat tidak hanya ditandai dengan aksi bersih-bersih lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan peserta didik bahwa pembentukan karakter justru dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari di rumah.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman saat menghadiri Aksi Ekologi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026). Kegiatan serentak tersebut melibatkan perwakilan siswa SMA dan SMK, serta dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Secara keseluruhan, Aksi Ekologi diikuti 343.374 peserta didik baru jenjang SMA, SMK, dan SLB dari sekolah negeri maupun swasta. Kegiatan berlangsung di 882 sekolah negeri dengan titik pelaksanaan di 27 kabupaten/kota.

Baca Juga: Darurat Pendidikan di Tasikmalaya: Siswa SDN Kubangsari Belajar di Bangunan Reyot 5×4 Meter

Menurut Herman, kegiatan penutup MPLS bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menilai, nilai-nilai yang diperkenalkan selama masa orientasi harus terus dipraktikkan. Terutama setelah siswa kembali ke rumah maupun ke lingkungan tempat tinggalnya.

Ia mengajak para pelajar membangun karakter melalui aktivitas yang sering dianggap sepele. Seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian sendiri, membantu orang tua bekerja, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Kebiasaan tersebut, kata Herman, menjadi latihan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, sekaligus jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah.

Herman mengajak para siswa membangun masa depan melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dimulai dari hal sederhana. 

“Hal-hal kecil inilah yang akan membentuk karakter sekaligus menjadi bekal untuk tumbuh sebagai pemimpin di masa depan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Karakter yang kuat dan kemampuan nonteknis atau soft skills dinilai memiliki peran besar dalam menentukan masa depan seseorang.

Aksi Ekologi ala MPLS Pancawaluya 2026 Didorong Menjadi Budaya Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, Aksi Ekologi merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter Pancawaluya yang dirancang agar menjadi budaya di lingkungan sekolah, bukan hanya kegiatan saat MPLS.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sederhana. Mulai dari menjaga kebersihan diri, ruang kelas, halaman sekolah hingga kawasan di sekitarnya.

Di tingkat provinsi, peserta melakukan operasi semut, membersihkan sungai dan kawasan publik, merawat area Taman Makam Pahlawan Cikutra, serta mengikuti edukasi mengenai pelestarian lingkungan. Selain di TMP Cikutra, kegiatan juga digelar di SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung bersama Pandawara Group, serta di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat.

Baca Juga: Tanpa Biaya Masuk, Jumlah Siswa Baru di MTsN 7 Ciamis Melonjak Naik

Melalui gerakan tersebut, Pemprov Jabar berharap semangat menjaga lingkungan terus melekat dalam keseharian peserta didik sebagai bagian dari implementasi karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |