Aksi Walk Out Sejumlah Cabor Kritisi LPJ KONI Banjar, Dorong Perbaiki Tata Kelola Organisasi

3 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Sepuluh cabang olahraga (cabor) keluar atau walk out dari forum Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ke-VI KONI Kota Banjar, yang berlangsung di Aula Toserba Pajajaran, Sabtu (29/8/2026). Mereka pun menyampaikan sejumlah alasan sehingga menyatakan diri keluar dari forum Musorkot yang berlangsung cukup panas tersebut.

Salah satunya disampaikan Ketua Pengurus Cabang Olahraga (Pengcab) IMI Kota Banjar Asep Saefurrohmat. Ia mengatakan, aksi walk out tersebut bukan berarti pihaknya tidak menghormati Musorkot, namun karena melihat sejak awal bahwa proses Musorkot cacat prosedural.

Cabor KONI Banjar Pertanyakan Prosedur dan Anggaran Pembinaan

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh KONI Jabar, sebelum proses penyelenggaraan Musorkot seharusnya terlebih dahulu dilakukan tahapan rapat kerja daerah (Rakerda), namun ternyata tahapan tersebut tidak dilakukan.

Baca Juga: Soedrajat Ditetapkan Ketua KONI Kota Banjar, Keabsahan Masih Menggantung

“Berdasarkan apa yang disampaikan Ketua KONI Jabar yang diwakili oleh Kepala Bidang tahapan Musorkot ini harus melalui Rakorda sementara penyelenggaraan Rakorda tidak ada sama sekali,” ujar Asep kepada wartawan.

Selain itu, juga berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban terutama untuk anggaran tahun 2026.

Ia menyebut Koni pada tahun 2026 ini telah mencairkan anggaran sebesar Rp 250 juta dengan dua kali tahap pencairan yakni Rp 100 juta dan 150 juta yang mana alokasi anggaran tersebut untuk pembinaan para atlet.

Akan tetapi, sampai saat ini belum menerima alokasi anggaran pembinaan untuk para atlet dari KONI Banjar, sehingga wajar ketika cabor mempertanyakan hal itu. Apalagi cabor-cabor tersebut merupakan cabor yang lolos babak kualifikasi dan akan menghadapi gelaran Porprov Jabar ke-XV.

Baca Juga: Dua Bakal Calon Berebut Kursi Ketua KONI Kota Banjar 

“Padahal kami jelas-jelas mungkin ya karena kebetulan yang walk out ini sebagian besar cabor m yang memang lolos ke Porprov. Ya, kami ingin mempertanyakan itu kan hak kami, gitu,” ujarnya.

Selain problem tersebut, sebelumnya juga di tahun 2022 dan tahun 2024 ataupun 2025 terdapat temuan laporan hasil pemeriksaan dari BPK RI.

Menurutnya, meski telah dilakukan perbaikan secara administrasi, namun hal itu merupakan sebuah bentuk kegagalan bagi organisasi KONI Banjar yang terus terjadi secara berulang.

“Seperti itu gambarannya mungkin kenapa saya sebagai Ketua Pengcab IMI walk out dan ternyata tanpa sepengetahuan saya juga teman-teman yang lain mengikuti. Ternyata mungkin mereka itu satu hati,” ujarnya.

Baca Juga: KONI Sesalkan Tak Ada Anggaran Popwilda untuk Dukung Atlet Kota Banjar 

Komitmen dan Harapan Cabor KONI Banjar Terhadap Transparansi Organisasi

Meski demikian, Asep menegaskan bersama cabor yang lain berkomitmen akan fokus memberikan yang terbaik untuk memajukan olahraga di Kota Banjar.

“Kami betul-betul ingin memajukan Kota Banjar tapi kami tidak mau dengan kondisi seperti ini. Tapi apapun ceritanya kami concern dalam dunia olahraga. Kami akan memberikan yang terbaik untuk Kota Banjar,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PERBASI Kota Banjar, Kiki Ferdiansyah mengatakan, keputusan pihaknya keluar dari forum berdasarkan atas keputusan sendiri dan sudah mendiskusikan hal itu dengan Ketua Pengcab.

Keputusan tersebut menurutnya diambil karena laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Ketua KONI dalam forum Musorkot dinilainya kurang transparan.

Padahal, transparansi dalam organisasi menurutnya sangat penting, terlebih menyangkut anggaran untuk pembinaan atlet dan anggaran yang didapat itu harus diketahui dan disosialisasikan kepada ketua cabor.

“Kami dari Perbasi mandiri keputusannya bukan saya membela istilahnya calon ketua atau apa, tapi saya lebih setuju soal transparansi. Nah, dari situ ketua bilang tidak semuanya harus transparan. Tapi bagi saya transparansi itu penting,” ujarnya.

Para cabor berharap, ke depan KONI Banjar bisa lebih transparan dan terus berbenah memperbaiki tata kelola organisasi.

“Mungkin ini pembelajaran gitu kan. Walaupun nanti misalkan beliau jadi ketua lagi tetap kita juga support. Tapi minimal perbaiki kekurangannya. Itu kenapa kita walk out gitu,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |