Viral! Perjuangan Siswa SD-SMP Seberangi Waduk Saguling di KBB, Naik Rakit Bambu Demi Sekolah

4 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Video anak-anak SD hingga SMP di Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu demi menuju sekolah viral di media sosial. Unggahan akun Instagram @official_desabudiharja menyita perhatian publik. Unggahan tersebut sekaligus menggambarkan perjuangan nyata para siswa, yang harus menempuh jalur air setiap hari demi menuntut ilmu.

Baca Juga: Jembatan Gantung Saguling Jadi Harapan Baru Warga Cililin, Mimpi Akses Permanen Masih Dinanti

Jarak antara Kampung Sadang dan Kampung Gombong sebenarnya hanya sekitar 250 meter. Namun karena terpisah oleh perairan waduk, tak ada jalan darat yang bisa dilewati. Satu-satunya akses yang tersedia hanyalah rakit bambu besar milik warga. 

Setiap pagi sekitar pukul 06.00 WIB, rakit itu berangkat mengantar para siswa ke sekolah. Kemudian, kembali lagi saat jam belajar usai untuk menjemput mereka pulang.

Ketua RT 05 Kampung Sadang KBB, Agus Sumpena, yang setiap hari membantu menyeberangkan Waduk Saguling anak-anak mengungkapkan, cara ini sudah berlangsung sejak tahun 1990. 

“Dulu diantar orang tua masing-masing, lalu pihak sekolah akhirnya menyediakan rakit umum agar lebih praktis. Dalam satu kali perjalanan, rakit itu mampu mengangkut 15 hingga 20 anak sekaligus,” ungkap Agus, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Agus, selain untuk ke sekolah, rakit juga menjadi urat nadi warga menuju kebun dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Saat ini ada 16 siswa SD Negeri Budiharja KBB yang rutin menyeberang Waduk Saguling menggunakan rakit. Terdiri dari tiga siswa kelas 1, empat kelas 2, tiga kelas 3, tiga kelas 5, dan tiga kelas 6. 

“Jika harus menempuh jalur darat, perjalanan harus memutar sejauh hampir empat kilometer, dan memakan waktu sekitar 30 menit berjalan kaki, jauh lebih lama dan melelahkan,” ujarnya.

Baca Juga: KBB Rekrut 45 Siswa Baru Sekolah Rakyat 2026, Upaya Nyata Putus Rantai Kemiskinan

Berharap Bangun Jembatan Penyeberangan Waduk Saguling di KBB

Sementara itu, Kepala SD Negeri Budiharja, Taufik, berharap pemerintah segera membangun jembatan penyeberangan. Sebab menurutnya, jembatan itu bukan sekadar memudahkan perjalanan, tapi juga menjamin keselamatan anak-anak. “Semakin mudah aksesnya, semakin besar semangat mereka untuk terus bersekolah,” harapnya.

Selama puluhan tahun, rakit memang menjadi solusi sementara, namun risiko tetap ada setiap kali mereka menyeberang air. Warga pun menyampaikan harapan yang sama. Mereka berdoa agar ke depannya tak perlu lagi mempertaruhkan nyawa demi menyeberang. 

Baca Juga: Perbaikan Jalan Purabaya-Jati KBB yang Rusak 10 Tahun Telan Anggaran Rp 4 Miliar

Jembatan bukan hanya soal jalan pintas menyeberangi Waduk Saguling di KBB. Melainkan juga, tentang masa depan anak-anak yang berjuang setiap hari demi satu hal, bisa belajar dan meraih mimpi,” pungkasnya. (Eri/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |