harapanrakyat.com,- Aef Heryadi balita berusia tiga tahun enam bulan terus mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Balita yang merupakan anak kedua dari pasangan Tedi Kurnia (36) dan Susilawati (30) warga Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis ini, diduga mengalami gizi buruk.
Baca Juga: Legislator PPP Ciamis Malu Ada Kasus Gizi Buruk di Tengah Gencarnya Program Pemerintah
Kali ini, bantuan datang langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Melalui timnya, KDM menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 10 juta kepada keluarga Aef di Tambaksari. Selain bantuan tunai, tim dari KDM juga membawa Aef ke Rumah Sakit Welas Asih Bandung, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Puskesmas Tambaksari, Asep Wahyudin, membenarkan adanya penyerahan bantuan tunai tim dari KDM juga membawa Aef Heryadi ke RS Welas Asih di Bandung. Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil berdasarkan kesepakatan dan keinginan dari pihak keluarga balita asal Tambaksari yang diduga mengalami gizi buruk.
Menurutnya, terkait dibawanya Aef ke RS Welas Asih Bandung, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Ia pun berharap dari pengobatan tersebut mendapatkan hasil yang terbaik bagi Aef dan keluarga.
”Saya juga tidak ada di lokasi saat pemberian bantuan tersebut. Namun informasinya, bantuan diserahkan langsung oleh tim KDM kepada pihak keluarga, saat kami sudah selesai beraktivitas di lapangan kemarin. Mengenai Aef dibawa ke RS Welas Asih, itu juga atas keinginan keluarga yang difasilitasi tim KDM. Tentu ini sangat membantu,” terang Asep saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (29/8/2026).
Baca Juga: Tidak Hanya Tangkap Penjahat, URC Satreskrim Polres Ciamis Gercep Bantu Balita Diduga Gizi Buruk
Kondisi Terkini Aef Balita Diduga Gizi Buruk di Tambaksari Ciamis
Asep mengapresiasi tinggi kepedulian yang diberikan. Menurutnya, bantuan finansial sangat berguna untuk pemenuhan gizi dan kebutuhan harian keluarga. Sementara langkah perawatan, diharapkan mampu memberi penanganan kesehatan yang optimal.
Mengenai kondisi kesehatan balita yang diduga alami gizi buruk di Tambaksari ini, Asep mengungkapkan, tim medis terus memantau perkembangannya. Dari hasil evaluasi awal pemberian asupan gizi dan susu khusus dari dokter spesialis anak, fisik Aef sebenarnya sudah mulai menunjukkan respons positif.
”Sebenarnya kondisi Aef terus kami pantau dan sudah ada kenaikan berat badan meski bertahap. Namun, penanganan berlanjut tentu sangat baik. Nanti dalam dua minggu ke depan tetap akan kita evaluasi dan kontrol ulang ke RSUD Ciamis untuk melihat perkembangan hasil pemberian susu khusus tersebut,” jelasnya.
Asep menambahkan, terlepas dari proses pengobatan medis yang tengah dijalani saat ini, peran aktif orang tua di rumah tetap menjadi kunci utama pemulihan gizi sang anak.
Baca Juga: Cerita Ibu Balita 3 Tahun di Tambaksari Ciamis, Berat Badan Anak Sulit Naik hingga Diduga Gizi Buruk
”Pengawasan orang tua di rumah itu vital. Makanan dan asupan gizi, terutama susu khusus dari dokter, harus dipastikan betul-betul dikonsumsi sampai habis. Pemantauan kami membuktikan, ketika pola makannya didampingi dengan ketat, perkembangan fisik dan berat badannya langsung menunjukkan kemajuan,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

5 hours ago
8

















































