Yogyakarta selalu menyuguhkan destinasi liburan alam yang menakjubkan bagi para pelancong. Salah satunya Jembatan Plunyon Kalikuning yang terletak di lereng selatan Gunung Merapi.
Destinasi wisata eksotis ini menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam pegunungan yang asri, kesegaran udara yang murni. Serta panorama rimbunnya hutan pinus yang menenangkan pikiran.
Jembatan ini tidak hanya digemari oleh wisatawan lokal Yogyakarta saja, tapi juga sukses menarik perhatian para pelancong dari luar daerah. Karena jembatan tersebut menyuguhkan lanskap luar biasa dengan latar belakang kegagahan puncak Gunung Merapi yang berdiri megah tanpa sekat kabut tebal saat pagi hari.
Sejarah, Aktivitas, dan Daya Tarik Jembatan Plunyon Kalikuning
Meskipun sekilas terlihat kuno layaknya struktur peninggalan kolonial Belanda, bangunan jembatan ini sebenarnya didirikan secara swadaya oleh masyarakat setempat sekitar tahun 1982 hingga 1983.
Fungsi utamanya kala itu sangat vital. Yaitu sebagai saluran pipa irigasi sepanjang 700 meter untuk menyalurkan pasokan air bersih bagi area persawahan dan peternakan warga desa.
Nama unik “Plunyon” berasal dari bahasa Jawa “lunyu” yang berarti licin. Hal ini merujuk langsung pada kondisi batuan di dasar lembah Sungai Kali Kuning yang tertutup endapan material vulkanik licin, pasca-erupsi dahsyat Merapi tahun 2010.
Sejak tahun 2016, pengelolaannya secara resmi oleh pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), berkolaborasi dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.
Popularitas Jembatan Plunyon Kalikuning semakin melejit pesat ke tingkat nasional, setelah sutradara Awi Suryadi memilih tempat ini sebagai lokasi syuting utama film horor fenomenal terlaris sepanjang masa, KKN di Desa Penari, pada Desember 2019.
Dalam film tersebut, jembatan beton tua ini digambarkan secara dramatis sebagai gerbang masuk gaib misterius yang selalu diselimuti kabut tebal yang dingin. Namun, di balik atmosfer mistis yang digambarkan layar lebar, destinasi ini aslinya sangat ramah wisatawan. Serta menawarkan beragam aktivitas petualangan seru.
Pengunjung dapat berburu momen emas matahari terbit (golden sunrise) yang magis sebelum pukul 06.00 pagi. Atau berfoto di jembatan gantung Canopy Trail yang memacu adrenalin. Hingga melakukan trekking ringan dengan menyusuri tebing sungai untuk menyaksikan aliran air pegunungan yang murni dari sumber mata air alami Umbul Wadon, dan Umbul Lanang.
Harga Tiket Masuk dan Pilihan Tempat Menginap
Untuk menikmati keindahan alam ini, para pelancong hanya perlu mengeluarkan biaya tiket masuk sebesar Rp 12.000 per orang.
Terletak di kawasan Cangkringan, Sleman, tempat wisata ini berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Sudah memiliki fasilitas lengkap seperti area parkir luas, toilet bersih, mushola, gazebo istirahat. Hingga warung makanan hangat.
Baca Juga: Mengungkap Terbentuknya Gumuk Pasir Jogja
Bagi wisatawan yang ingin menginap, terdapat beberapa pilihan akomodasi berkelas di wilayah Kaliurang. Seperti Onsen Resort, @K Hotel, hingga Griya Persada Hotel.
Dengan perpaduan keunikan sejarah pembangunan swadaya, pesona visual sinematik yang kuat. Serta harmoni petualangan alam liar yang disajikannya, merencanakan kunjungan santai ke Jembatan Plunyon Kalikuning tentu akan memberikan Anda pengalaman liburan yang berkesan. Sekaligus menenangkan jiwa di bawah pelukan kabut tipis lereng Merapi. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
2

















































