harapanrakyat.com,- Pemerintah pusat menyalurkan bantuan sarana air bersih berupa pembuatan sumur bor dan fasilitas reservoir untuk masyarakat di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
Camat Purwaharja, Erik Kiswanto, menyampaikan bahwa fasilitas sarana air bersih yang diresmikan sejak Juni lalu tersebut menjadi langkah antisipasi penting bagi warga dalam menghadapi musim kemarau saat ini.
“Alhamdulillah, bantuan sarana air bersih dari Presiden Republik Indonesia yang diresmikan bulan Juni lalu berfungsi untuk mengantisipasi musim kemarau,” ujar Erik saat ditemui di kantornya, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga: Curhat Petani Banjar, Sawah Kekeringan Terancam Gagal Panen
Erik mengatakan Kecamatan Purwaharja tidak terdampak kekeringan separah wilayah lain seperti Desa Binangun dan Karyamukti. Namun, reservoir tersebut tetap penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di kawasan lereng dan perbukitan.
“Warga di sana pemukimannya berada di lereng perbukitan. Air sebenarnya tidak terlalu susah, tetapi untuk mendapatkan air baku yang memenuhi standar kesehatan memang perlu pengawasan dan supervisi terus-menerus,” tambahnya.
Baca Juga: Sumur Mengering Dampak Kemarau, Warga Kota Banjar Antri Berburu Air Bersih
Dorong Pipanisasi dan Pengelolaan Sarana Air Bersih Secara Berkelanjutan
Saat ini, bantuan sarana air bersih yang terealisasi baru mencakup pembuatan sumur bor dan tangki reservoir. Pemerintah Kecamatan Purwaharja terus mengupayakan perpanjangan saluran/pipanisasi langsung ke pemukiman agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Fasilitas ini diproyeksikan memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 40 KK, termasuk berpotensi melayani warga Kelurahan Purwaharja. Pengelolaannya akan diserahkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau lembaga serupa.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Banjar Kembali Salurkan 5.000 Liter Air di Desa Binangun
“Tantangan utama dari bantuan infrastruktur seperti ini biasanya ada pada pascapembangunan dan pemeliharaan. Oleh karena itu, kami ingin mengupayakan manajemen pengelolaan yang baik agar sarana air bersih ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan oleh warga,” tegas Erik.
Terpisah, Ketua RT 01, Sarno, mengungkapkan bahwa bantuan sumur air bersih tersebut sebenarnya telah dibangun sekitar tiga bulan lalu. Bantuan ini hadir untuk mengatasi krisis air yang kerap melanda wilayah tersebut setiap kali musim kemarau tiba.
“Di wilayah sini kalau musim kemarau memang sulit air. Sumur warga tidak ada airnya. Bantuan sumur air bersih ini sangat membantu. Tetapi saat ini warga belum bisa mengalirkan air langsung ke rumah masing-masing,” ujar Sarno saat ditemui di kediamannya.
Menurut Sarno, kendala utama yang dihadapi warga saat ini adalah keterbatasan dana untuk membeli pipa paralon guna mendistribusikan air. Wilayah yang membutuhkan pasokan air tersebut mencakup satu RW yang terdiri dari tiga RT.
Akibat kendala ini, warga yang membutuhkan air bersih harus datang langsung ke lokasi tangki penampung air dengan membawa ember atau wadah penampung air sendiri.
“Warga terpaksa mengangkut air sendiri pakai ember ke rumah untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak. Kami sudah mengusulkan kendala ini kepada pihak terkait dan berharap ada bantuan tambahan berupa pipa paralon agar air bisa tersalurkan dengan baik,” pungkasnya. (Sandi/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

5 hours ago
5

















































