harapanrakyat.com,- Suasana di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, mendadak ramai pada Minggu (7/6/2026) pagi. Kerumunan warga memadati area tersebut untuk melihat Matilda, sapi milik Hartono Soekwanto atau Bos Koi, yang berjalan sambil menarik gerobak kayu.
Kehadiran Matilda menjadi perhatian masyarakat karena hari itu merupakan momen perpisahan sebelum sapi tersebut tidak lagi tampil di jalanan Kota Bandung.
Matilda mungkin hanya terlihat seperti sapi penarik gerobak di mata orang yang melihat pertama. Namun bagi Bos Koi, sapi tersebut memiliki kedekatan emosional yang istimewa hingga diperlakukan layaknya bagian dari keluarga.
Baca Juga: Cerita Bos Koi Hartono Soekwanto Juara Nasional Padel di Usia 53
Bos Koi bahkan menyiapkan lahan seluas sekitar 7 hektare sebagai tempat tinggal baru bagi Matilda. Area tersebut dipenuhi hamparan rumput hijau agar sapi peliharaannya itu bisa hidup lebih nyaman.
Sebelum mengikuti parade terakhir di jalanan Bandung, Matilda lebih dulu mendapat perawatan khusus. Sapi milik Bos Koi itu dimandikan dan dibersihkan menggunakan sampo khusus impor dari Jepang sebagai bagian dari persiapan perpisahan.
Bos Koi mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan Matilda. Ia bahkan meyakini sapi tersebut ada reinkarnasi sosok mendiang anaknya yang telah meninggal dunia.
Baca Juga: Petualangan Bos Koi Hartono Soekwanto Berburu Roti Berkualitas Dunia di Daejeon Korea
Bos Koi mengajak Matilda berkeliling Kota Bandung untuk terakhir kalinya bersama Irfan Hakim, Audrey King of the Jungle, dan kreator konten Oghel Zulvianto. Rombongan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat kota, di antaranya Jalan Diponegoro, Jalan Surapati, hingga kembali ke kawasan Gedung Sate.
Kehadiran Sapi Matilda Kesayangan Bos Koi Tarik Perhatian Warga
Kehadiran Matilda langsung menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Banyak masyarakat berhenti untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel sambil memanggil nama sapi yang dikenal luas di media sosial itu.
Saat melintas di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Matilda sempat berhenti ketika lampu lalu lintas berubah merah. Momen tersebut menarik perhatian warga dan rombongan yang ikut dalam parade perpisahan sapi tersebut.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Jalan Cilayama dan Jalan Cimandiri. Rombongan sempat berhenti istirahat menikmati kuliner khas Bandung di kawasan Jalan Cimandiri sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Cara Unik Bos Koi Hartono Soekwanto Rayakan Ulang Tahun, Sajikan Tuna Raksasa 88 Kilogram
Momen Perpisahan Bos Koi dengan Matilda
Setelah kembali ke titik awal di Jalan Diponegoro, Bos Koi mengungkapkan, parade tersebut merupakan momen perpisahan Matilda sebelum dipindahkan ke aviary milik Irfan Hakim. Penyerahan itu dilakukan sebagai tempat tinggal baru bagi sapi yang selama ini menjadi perhatian warga Bandung tersebut.
“Saya serahkan untuk dipelihara di aviarinya Irfan Hakim. Dan ini hari terakhir Matilda ada di Kota Bandung. Dia menjalani kodratnya menjadi sapi penarik gerobak, tugasnya kali ini untuk menyenangkan anak-anak,” ucap Bos Koi.
Mendengar itu, Irfan Hakim tampak terkejut sekaligus terharu. Ia mengaku merasa mendapat tanggung jawab besar untuk merawat Matilda yang selama ini begitu dicintai pemilik dan masyarakat.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bos Koi untuk merawat Matilda. Semoga saya bisa menjaga dan merawat sapi tersebut dengan baik,” katanya.
Bos Koi menegaskan keputusannya untuk memberikan sapi tersebut kepada Irfan Hakim, bukan dititipkan. Meski berat, Bos Koi mengaku telah mantap menyerahkan Matilda. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk keikhlasan demi kebaikan sapi yang sangat disayanginya itu.
“Kalaupun Matilda ini mengikuti teladan Nabi Ibrahim, saya ikhlas. Mungkin ini kodratnya di kehidupan,” pungkas Bos Koi. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

8 hours ago
11

















































