Bos Koi Ungkap Khasiat Sarang Lebah dan Kroto, Thailand Sudah Jadikan Kuliner Premium

2 weeks ago 59

harapanrakyat.com,- Pengusaha asal Bandung, Hartono Soekwanto atau yang dikenal sebagai Bos Koi, mengajak masyarakat untuk mulai melirik potensi pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Menurutnya, sarang lebah (honeycomb) dan telur semut rangrang atau kroto memiliki khasiat kandungan gizi yang tinggi sehingga berpeluang menjadi sumber pangan alternatif di masa depan.

“Di Thailand, sarang lebah dan kroto sudah lama diolah menjadi kuliner premium bergizi tinggi, bukan sekadar pakan burung,” ujar Hartono, Selasa (14/7/2026).

Di Thailand, sarang lebah diolah menjadi pepes, sedangkan kroto dijadikan campuran salad. Menurut Hartono, bahan yang sering diabaikan di Indonesia itu justru memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi yang tinggi.

Baca Juga: Cerita Bos Koi Hartono Soekwanto Juara Nasional Padel di Usia 53

Khasiat Sarang Lebah dan Kroto

Sarang lebah tak hanya menghasilkan madu, tetapi juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Menurut Hartono, kandungan vitamin C, E, dan A serta sejumlah enzim antioksidan di dalamnya dapat membantu melawan radikal bebas dan menjaga kebugaran tubuh.

Menurut Hartono, sarang lebah juga mengandung senyawa bioflavonoid yang diyakini memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Sarang lebah berpotensi membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kandungan alami dalam sarang lebah juga berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dengan mengurangi risiko penyumbatan yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Petualangan Bos Koi Hartono Soekwanto Berburu Roti Berkualitas Dunia di Daejeon Korea

Hartono menyebut, sarang lebah juga dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Mendukung regenerasi sel hati, sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan secara menyeluruh.

Menurut Hartono, kroto bukan hanya dikenal sebagai pakan burung, tetapi juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Dalam 100 gram kroto segar terkandung sekitar 20 gram protein, sehingga berpotensi menjadi sumber protein alternatif untuk membantu pembentukan otot dan perbaikan jaringan tubuh.

Kroto juga mengandung asam amino dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu metabolisme gula darah. Selain itu, kandungan lemaknya yang relatif rendah membuat kroto dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang menjalani pola makan sehat atau program diet.

Baca Juga: Cerita Pengalaman Hartono Soekwanto Terapi Holistik di Koh Samui, Tubuh Terasa Lebih Ringan

Kroto juga mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin B kompleks yang baik untuk kesehatan tulang serta sistem saraf. Selain itu, di sejumlah daerah, kroto dipercaya secara tradisional dapat membantu meredakan gejala asam lambung.

Tips Memasak Kroto untuk Dikonsumsi

Hartono menjelaskan, kandungan protein dalam kroto cukup sensitif terhadap suhu tinggi. Karena itu, memasaknya terlalu lama dapat mengurangi sebagian nilai gizinya.

Hartono menyarankan agar bumbu dimasak hingga matang terlebih dahulu, kemudian kroto dimasukkan pada tahap akhir. Cara ini dinilai dapat membantu menjaga kandungan nutrisi kroto tetap optimal saat disajikan. (R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |