Budidaya Terong Gelatik untuk Sayuran Lalap Bernilai Ekonomis Tinggi

15 hours ago 18

Budidaya terong gelatik menjadi salah satu peluang usaha di sektor hortikultura yang cukup menjanjikan. Permintaan terong gelatik di pasaran yang relatif stabil membuat proses budidayanya layak dipertimbangkan. Baik itu untuk budidaya tanaman sayur skala pekarangan maupun pertanian komersial.

Baca Juga: Budidaya Singkong untuk Mocaf, Peluang Bisnis Pangan Masa Depan

Tahapan Budidaya Terong Gelatik untuk Hasil Maksimal

Terong gelatik atau sering juga disebut terong lalap merupakan varietas yang berasal dari famili Solanaceae. Khusus gelatik, bentuknya bulat kecil dengan warna hijau muda hingga putih kehijauan, tergantung varietas yang dibudidayakan. Dengan teknik budidaya tepat, tanaman ini mampu menghasilkan panen berkali-kali dalam satu musim tanam. Berikut tahapan umum yang dapat pemula ikuti.

1. Menyiapkan Benih dan Penyemaian

Tahap pertama dalam budidaya terong gelatik adalah menyiapkan benih berkualitas. Benih dapat kita peroleh dari toko pertanian maupun hasil seleksi tanaman induk sehat. Sebelum menanam di lahan, benih perlu kita semai terlebih dahulu menggunakan media semai. Umumnya berupa campuran tanah gembur dan pupuk kandang yang telah matang.

Cukup menyebarkannya secara merata di atas media semai. Kemudian ditutup tipis menggunakan media tanam agar kelembapan tetap terjaga. Setelah itu, lakukan penyiraman secara rutin menggunakan semprotan halus agar media tetap lembap tanpa menggeser benih. Dalam beberapa hari, benih akan mulai berkecambah dan siap pindah ke lahan setelah memiliki helai daun.

Baca Juga: Teknik Budidaya Jagung Pulut untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

2. Persiapan Lahan serta Penanaman

Pengolahan lahan tanam harus sudah siap beberapa waktu sebelum budidaya terong gelatik berlangsung. Pastikan tanah gembur agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Bersihkan gulma dan sisa tanaman, kemudian berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Apabila kondisi tanah terlalu asam, penambahan dolomit dapat membantu menyeimbangkan tingkat keasaman. Setelah itu, buat bedengan beserta saluran drainase agar air tidak menggenang ketika hujan. Baru kemudian memindah bibit hasil persemaian ke lubang tanam. Letakkan secara hati-hati agar akar tidak rusak.

3. Perawatan Tanaman hingga Berbuah

Perawatan menjadi faktor penting untuk memperoleh hasil budidaya terong gelatik yang optimal. Termasuk proses penyiraman yang harus benar-benar rutin. Terutama pada minggu pertama setelah tanam berlangsung. Idealnya penyiraman yang cukup sekitar dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

Penyiangan gulma bisa kita lakukan saat tanaman mulai berumur sekitar 15 hari setelah tanam. Kemudian mengulang kembali ketika tanaman memasuki umur sekitar 60 hingga 75 hari.

Pemupukan susulan dapat diberikan saat tanaman terong berumur sekitar 21 hari. Kemudian kembali melakukannya pada umur sekitar 50 hari setelah tanam. Selain itu, lakukan pemangkasan tunas air yang tumbuh pada ketiak daun bagian bawah hingga bunga pertama.

4. Panen Terong Gelatik

Tanaman terong gelatik mulai dapat pembudidaya panen sekitar 30 hari setelah tanam. Waktunya bisa berbeda tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan tanaman. Buah dipanen ketika ukurannya telah optimal dengan warna yang masih segar sehingga kualitasnya tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Baca Juga: Cara Menanam Lobak Putih dan Peluang Bisnisnya

Menariknya, budidaya terong gelatik mampu dipanen berulang kali. Artinya, setelah panen pertama, pemanenan berikutnya dapat berlangsung setiap sekitar dua minggu sekali. Dalam satu kali masa budidaya, tanaman terong gelatik bahkan dapat menghasilkan hingga 8 kali panen. Kunci keberhasilannya terletak pada penggunaan benih berkualitas, perawatan konsisten dan pengendalian hama serta penyakit secara tepat. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |