Bukan Kebetulan, Ini Alasan Burung Terbang Formasi V

8 hours ago 6

Burung terbang formasi V kerap terlihat menghiasi langit. Sebenarnya formasi tersebut bukan ketidaksengajaan. Ternyata ada alasan tersendiri kenapa formasinya berbentuk V. Untuk informasi selengkapnya, bisa cek penelitian berikut.

Baca Juga: Evolusi Burung Wren Skotlandia, Berpotensi Jadi Spesies Baru

Burung Terbang Formasi V untuk Hemat Energi

Ternyata salah satu alasan kenapa burung membentuk formasi V ketika terbang yakni untuk menghemat energi. Hal ini sebagaimana penjelasan peneliti pascadoktoral bernama Olivia Pomerenk. Ia meneliti bersama Kenneth Breuer, tak lain adalah profesor teknik yang ada di Brown University.

Dalam menelitinya, tim ilmuwan membuat model yang detail sehingga bisa memperhitungkan kepakan sayap. Dari model tersebut, tim peneliti juga bisa menelusuri sebab maupun akibatnya. Berbicara mengenai modelnya, ternyata tim peneliti fokus pada jenis burung ibis jambul.

Dalam penelitian ini, ternyata menirukan pusaran udara dari ibis yang mengepakkan sayap. Kemudian menempatkan burung yang kedua di pusaran tersebut. Dalam posisi tersebut, ternyata terlihat jelas bagaimana amplitudo kepakannya.

Spesies burung ini setidaknya memiliki amplitudo berkisar 70% dari besaran amplitudo ketika terbang sendirian. Perubahan tersebut terbilang dramatis. Hal ini berarti burung ibis yang ada di posisi belakang tak perlu mengayunkan sayap terlalu keras di tiap kepakan.

Baca Juga: GPS Alami Burung Merpati, Ternyata Bukan di Mata

Burung di belakang hanya cukup memberikan 96% gaya angkat serta 83% gaya dorong daripada saat terbang sendirian. Hal ini menandakan bahwa burung tersebut bisa menghemat energi sampai 11%. Hal ini tentu menjawab kenapa burung terbang dengan formasi V.

Jenis Formasi V

Ternyata formasi burung saat terbang ini memiliki berbagai jenis. Tiap jenisnya mempunyai alasan tersendiri kenapa membentuk formasi tersebut. Adapun beberapa diantaranya yakni sebagai berikut.

Formasi V Majemuk

Formasi yang satu ini memperlihatkan campuran dua formasi kawanan paling umum. Sebut saja formasi kluster yang umumnya dilakukan oleh kawanan merpati. Saat terbang, sebagian besar burung tersebut bergerak dalam tiga dimensi tanpa struktur formal.

Mengenai alasannya, ternyata formasi V majemuk ini memungkinkan burung bisa terhindar dari predator saat terbang. Karena hal itu, burung cenderung lebih aman ketika membentuk formasi tersebut. Hal ini tidak hanya mengamankan satu burung saja, melainkan seluruh kawanannya.

Formasi V Sederhana

Ternyata formasi V tidak hanya ada majemuk saja, melainkan juga sederhana. Untuk formasi V sederhana melibatkan sejumlah kecil burung yang berbaris dengan V 2 dimensi. Jenis formasi ini tidak terlalu kompleks seperti halnya formasi V majemuk tadi.

Perihal alasannya, ternyata formasi tersebut bisa memudahkan tiap burung untuk melakukan komunikasi. Bahkan juga bisa melancarkan koordinasi kelompok. Karena formasi ini, burung-burung bisa melihat satu sama lain dengan mudah.

Karena hal itu, burung tersebut juga bisa menjaga arah migrasi dengan baik dan kompak. Menariknya lagi karena formasi ini juga memungkinkan burung untuk berganti posisi. Misalnya saat burung yang posisinya berada di paling depan merasa lelah karena mengepakkan sayap terlalu keras, maka bisa pindah posisi ke bagian belakang dan digantikan oleh burung lainnya.

Mengenal Burung Ibis

Sebagaimana sudah kita singgung tadi bahwa ibis termasuk salah satu jenis burung yang suka terbang dengan formasi V. Maka dari itu, ketahui jenis burung ini secara lebih mendalam. Adapun salah satunya yaitu perihal karakteristik fisik yang dimilikinya.

Untuk karakteristik fisiknya yang khas, tampak jelas dari paruhnya. Burung ini memiliki paruh dengan warna hitam dan panjang. Paruhnya juga tampak melengkung ke bawah. Namun untuk burung betina, memiliki paruh yang cenderung lebih pendek. Ukuran tubuhnya juga sedikit lebih kecil daripada burung ibis jantan.

Terlepas dari kebiasaan terbangnya yang membentuk formasi V untuk menghemat energi, jenis burung ini kerap memakan invertebrata. Misalnya saja jangkrik dan udang air tawar. Hal inilah yang membuat jenis burung tersebut semakin menarik dan unik.

Baca Juga: Penemuan Burung Rusty Lark, Hewan Langka yang Dikira Sudah Punah

Burung terbang formasi V nyatanya bukan suatu kebetulan. Formasi ini sengaja dibentuk oleh kawasan burung saat terbang di udara. Alasannya cukup beragam. Mulai dari untuk menghemat energi, memudahkan komunikasi, menghindari predator selama migrasi dan masih banyak lainnya. Dari fenomena burung terbang formasi V ini, nyatanya hewan-hewan yang ada di alam memiliki alasan tersendiri terkait tiap pergerakannya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |