harapanrakyat.com,- Sejumlah warga Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis sempat gempar setelah adanya Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama Polres Ciamis mengamankan seorang pria berinisial AR (43) terduga pelaku teroris pada Senin (20/7/2026) pagi.
Baca juga: Densus 88 Bersama Polres Ciamis Mengamankan Terduga Teroris di Rajadesa
Kabar penangkapan warganya tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Sukaharja, Abdul Mutholib. Ia mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka ada warganya yang tersandung kasus hukum tersebut.
Penyergapan Terduga Teroris Rajadesa Ciamis Bikin Kaget Warga
Abdul menceritakan, dirinya baru mengetahui adanya operasi penyergapan setelah dihubungi oleh personel Polsek Rajadesa untuk mendatangi lokasi kejadian.
”Saya diminta datang oleh pihak Polsek ke rumah yang bersangkutan. Awalnya saya kira mau menghadiri acara pengajian, tidak tahunya ada tim Densus 88,” ujar Abdul saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (21/7/2026).
Namun, ketika tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB, proses pengamanan AR rupanya telah rampung. Abdul hanya mendapati sejumlah polisi yang masih berjaga di area sekitar kediaman terduga.
Menurut Abdul, AR merupakan warga pribumi Desa Sukaharja yang tidak pernah merantau jauh. Dalam kesehariannya, AR mengoperasikan jasa penggilingan padi dan kopi yang lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.
”Sejak lahir sampai berkeluarga memang menetap di sini, cuma pindah dusun saja. Sehari-hari usahanya penggilingan padi, dan warga kerap memanfaatkan jasanya,” tuturnya.
Tepis Anggapan AR Sering Keluar Kota
Abdul juga menepis anggapan bahwa AR sering bepergian ke luar kota. Seluruh aktivitasnya terfokus di kampung halaman dan tempat usahanya. Meski dikenal cukup dekat dengan lingkungan lewat usaha penggilingannya, sikap AR dinilai mengalami pergeseran signifikan dalam satu tahun belakangan. AR mulai menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan dan terkesan tertutup.
Bahkan dari sisi keagamaan, pandangan AR mulai berseberangan dengan warga umum. Abdul menyebut, dulu rutin berbaur saat sholat berjamaah maupun salat Jumat di masjid, namun setahun terakhir tidak pernah tampak lagi.
”Warga tidak mengetahui dari mana AR menyerap paham tersebut. Ada spekulasi berkembang lewat media sosial, meski hal itu belum bisa dipastikan,” ucap Abdul.
Baca juga: Heboh Ledakan Keras di Dadaha Tasikmalaya, Polisi Duga Berasal dari Bom Rakitan
Abdul mengungkapkan, di samping perubahan perilakunya, kehidupan rumah tangga AR juga sempat mengalami dinamika. Usai berpisah dari istri pertama, AR membina rumah tangga baru bersama wanita dari luar Kecamatan Rajadesa.
Sementara itu, dua anak dari pernikahan sebelumnya kini diasuh dan dibiayai sekolahnya oleh sang kakek. ”Anak-anaknya dirawat dan disekolahkan oleh kakek mereka. Dulu, seingat saya, AR sempat punya keinginan agar anak-anaknya tidak usah mengecap pendidikan formal,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online)

7 hours ago
6

















































