harapanrakyat.com,- Pemerintah Chile melalui lembaga promosi perdagangannya, ProChile, secara resmi menetapkan Indonesia sebagai mitra strategis paling krusial di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini ditegaskan dalam ajang Chile–ASEAN Business Summit 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, bertepatan dengan pameran pangan bergengsi THAIFEX-Anuga Asia.
Pemilihan Indonesia bukan tanpa alasan. Dengan jumlah penduduk yang hampir menyentuh angka 300 juta jiwa, serta pertumbuhan kelas menengah yang pesat, Indonesia dipandang sebagai kekuatan ekonomi regional yang dominan.
Baca Juga: BRI Danareksa Revisi Target IHSG, Proyeksi 2026 Turun ke 7.200 Pasca Pasar Anjlok
Chile–ASEAN Business Summit 2026, Indonesia Gerbang Strategis ASEAN
Patricio Parraguez, selaku Trade Commissioner ProChile untuk Indonesia mengatakan, visi Chile terhadap Indonesia telah bergeser. Dari sekedar pasar konsumen, kini menjadi gerbang utama menuju pasar ASEAN yang lebih luas.
Menurutnya, pengaruh regional Indonesia menjadikannya peluang investasi dan perdagangan jangka panjang yang paling signifikan bagi Chile.
“Kesuksesan di pasar Indonesia tidak bisa kami raih secara instan. Kami belajar bahwa membangun kepercayaan, adaptasi budaya, dan kemitraan lokal jauh lebih penting daripada sekedar transaksi produk semata,” ujar Parraguez.
Ekspansi Sektor Pangan Premium dan Agribisnis
Dalam acara Chile–ASEAN Business Summit 2026 terungkap bahwa sektor pangan tetap menjadi pilar utama kerjasama kedua negara. Berkat kesepakatan fitosanitari terbaru, produk unggulan seperti lemon dan kacang walnut asal Chile kini mendapatkan akses pasar yang lebih luas di Indonesia.
Chile, yang mencatatkan rekor ekspor agro-pangan sebesar USD 24,7 miliar pada 2025, membidik konsumen Indonesia yang kian selektif dalam memilih produk berkualitas.
Produk-produk seperti salmon, kerang, ceri, dan wine premium menjadi komoditas utama yang Chile tawarkan. Karena standar keamanan pangan dan keberlanjutannya yang telah diakui dunia.
Baca Juga: FTSE Coret 4 Saham RI dari Indeks Global, DSSA Keluar di Harga Nol
Kolaborasi Teknologi, Pertambangan, dan Energi Hijau
Selain komoditas tradisional, kemitraan ini mulai merambah sektor inovasi dan teknologi berbasis pengetahuan. Beberapa poin penting kolaborasi masa depan meliputi:
Teknologi Akuakultur: Berbekal status sebagai produsen salmon terbesar dunia, Chile menawarkan keahlian dalam kesehatan ikan. Serta sistem keterlacakan produk untuk mendukung perikanan Indonesia.
Sektor Pertambangan dan EV: Mengingat posisi Indonesia sebagai pemain kunci nikel global, Chile berencana berbagi pengalaman dalam teknologi pertambangan efisien. Termasuk solusi lingkungan untuk mendukung rantai pasok kendaraan listrik.
Transisi Energi: Peluang kerjasama terbuka lebar di bidang energi terbarukan dan pengembangan hidrogen hijau.
Catatan Sukses Pertemuan Bisnis di Bangkok
Pertemuan bisnis melalui Chile–ASEAN Business Summit 2026 di Bangkok ini melibatkan 28 perusahaan besar dan tiga asosiasi industri utama Chile. Seperti Fruits from Chile, Faenacar, dan ChileNuts.
Baca Juga: Penduduk Terbesar di Indonesia, Jawa Barat Jadi Target Investasi Kanada
Sepanjang acara, tercatat lebih dari 300 pertemuan business-to-business (B2B) yang berhasil difasilitasi. Hal ini menandakan tingginya minat pelaku usaha ASEAN terhadap potensi kolaborasi dengan Chile.
Dengan jaringan luas yang mencakup 51 kantor perdagangan di seluruh dunia, ProChile berkomitmen untuk terus menjembatani hubungan antara eksportir Chile dengan mitra bisnis di Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan kemakmuran ekonomi jangka panjang bagi kedua belah pihak. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
9

















































