Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali membuat gebrakan! Ia secara resmi mengajukan beberapa nama pemain untuk segera menjalani proses naturalisasi demi memperkuat skuad Timnas Indonesia. Langkah cepat ini Erick lakukan saat bertemu langsung dengan Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas belum lama ini.
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir Sodorin Daftar Pemain Naturalisasi Baru ke Menkum
Melalui akun Instagram pribadinya, beberapa waktu lalu Erick juga mengucapkan terima kasih pada Menkum Supratman Andi Agtas. Karena, Menkum sudah mendukung proses naturalisasi pemain diaspora untuk membela Timnas Indonesia.
“Terima kasih Bapak Menkum Supratman karena sudah mendukung naturalisasi para pemain agar siap membela Timnas Indonesia,” demikian pernyataan Erick Thohir di akun Instagram pribadinya, @erickthohir.
Sayangnya, Erick Thohir masih merahasiakan identitas dan jumlah pasti pemain yang diajukannya. Namun, sinyal kuat ini menunjukkan komitmen PSSI untuk menghadirkan kekuatan terbaik. Terutama mengingat Timnas Indonesia kini berada di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, tergabung di Grup B bersama raksasa Asia seperti Arab Saudi dan Irak.
PSSI Butuh Tambahan Pemain Naturalisasi untuk Skuad Timnas Indonesia, Siapa Saja yang Masuk Radar?
Menjelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI tengah memproses naturalisasi Mauro Zijlstra. Sementara itu ketiga pemain untuk Timnas Putri yakni Pauline van de Pol, Isabel Kopp, dan Isabelle Nottet.
Namun, kebutuhan akan pemain naturalisasi tampaknya belum usai. Erick Thohir mengungkapkan bahwa 2 pemain tambahan masih diperlukan. Terutama setelah penyerang andalan Ole Romeny harus absen karena cedera menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Siapa dua sosok misterius ini yang akan mengisi kekosongan lini depan Timnas Garuda? Publik sepak bola Tanah Air menanti dengan harap-harap cemas.
Bahas Liga 3 dan Liga 4, Siap Cetak Bintang Lokal!
Selain mengajukan sejumlah nama pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Erick juga membahas statuta terbaru PSSI yakni penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4. Liga 3 akan berlangsung pada level provinsi, sedangkan Liga 4 untuk level kota dan kabupaten.
“Jadi Liga 4 memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota, kemudian Liga 3 bersaing meraih Piala Gubernur. Untuk level nasional, tim berlomba meraih Piala Presiden,” kata Erick.
Dengan adanya Liga 3 dan Liga 4, bisa saja memunculkan talenta-talenta muda hebat yang nantinya bisa membela Timnas Indonesia di kancah internasional.
Dengan kombinasi pemain naturalisasi dan pengembangan talenta lokal melalui kompetisi berjenjang, masa depan Timnas Indonesia tampak semakin cerah. Akankah ini menjadi kunci bagi Timnas Indonesia untuk melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan mencapai impian berlaga di panggung sepak bola tertinggi? Kita nantikan bersama! (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)