Di Sumedang, Prabowo Ingatkan Pamong Praja Muda Tinggalkan Birokrasi Berbelit

5 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya reformasi pelayanan publik kepada para Pamong Praja Muda yang baru dilantik. Ia meminta para aparatur muda menjauhi praktik birokrasi yang rumit dan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap tugas yang dijalankan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat melantik 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa seorang pamong praja merupakan representasi negara di tengah masyarakat. Karena itu, setiap tindakan dan keputusan yang diambil akan menjadi cerminan hadir atau tidaknya negara dalam memberikan pelayanan kepada rakyat.

Baca Juga: Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Tekankan Integritas dan Pengabdian untuk Rakyat

Prabowo menilai masyarakat tidak lagi menginginkan birokrasi yang lambat dan berbelit-belit. Menurutnya, rakyat membutuhkan aparatur yang bekerja secara profesional, jujur, disiplin, bersih dari praktik korupsi, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat demi kepentingan publik.

“Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat membutuhkan aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan,” tegas Prabowo.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pamong praja selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur negara.

“Rakyat menuntut aparatur yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” ujarnya.

Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Wajah Negara di Mata Masyarakat

Prabowo menambahkan bahwa di mana pun para lulusan IPDN nantinya bertugas, mereka akan menjadi wajah negara di mata masyarakat. Sikap, perilaku, hingga cara melayani publik akan menentukan penilaian masyarakat terhadap pemerintah.

“Di mana pun saudara bertugas, ingat saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap saudara, dari penampilan saudara, rakyat menilai apakah negara kita hadir atau tidak, apakah negara kita tertib atau tidak, apakah negara kita membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak,” ucapnya.

Prabowo mengingatkan bahwa setiap keputusan aparatur negara akan berdampak langsung pada tingkat kepercayaan publik. Jika pelayanan dilakukan dengan baik, masyarakat akan semakin percaya dan bangga terhadap negaranya. Sebaliknya, pelayanan yang buruk bukan hanya merusak nama individu, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan rakyat kepada negara.

“Rakyat yang akan merasakan apakah negara peduli dengan rakyatnya atau tidak. Dan dari keputusan-keputusan saudara, rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Presiden meminta seluruh Pamong Praja Muda menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Baca Juga: PBHI Sebut Label ‘Londo Ireng’ dari Prabowo sebagai Bentuk Stigmatisasi Pengkritik

“Itu beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Pamong Praja. Karena itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Kalau saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tetapi kalau saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama saudara, melainkan yang rusak adalah kepercayaan rakyat kepada negara,” pungkasnya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |