Diduga Depresi Masalah Keluarga, Pria di Banjarsari Ciamis Ditemukan Tergantung di Pohon Jati

13 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Diduga dipicu permasalahan keluarga yang cukup berat, Sodik (52), warga Dusun Purwasari, RT 09 RW 01, Desa Purwasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pohon jati, Selasa (04/08/2026) pagi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Atus Sukandar (55), sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu Atus sedang jalan-jalan pagi di sekitar kawasan Lapangan Padomasan.

Atus mengaku sangat terkejut saat melihat sosok pria mengenakan kaos hitam polet merah dan celana training hitam. Kondisi pria tersebut tergantung menggunakan tali tambang berwarna kuning.

“Saat jalan pagi ke arah lapangan, saya kaget melihat ada orang yang tergantung di pohon jati. Setelah dicek bersama warga lain, ternyata itu Pak Sodik,” ujar Atus kepada awak media.

Baca Juga: Gara-gara Sisa Bara Sampah, Gudang Milik Warga Ciamis Ludes Terbakar

Mengetahui kejadian tersebut, Atus langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar, Poniman Supriatno dan Mastun. Setelah memastikan identitas korban, warga segera melaporkan kejadian berdarah dingin ini kepada Kepala Dusun setempat.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Babinsa Koramil 1317/Banjarsari, Polsek Banjarsari, serta Tim Medis Puskesmas Banjarsari.

Pria Asal Banjarsari yang Tergantung di Pohon Sempat Curhat ke Paman

Sementara itu, Kepala Desa Purwasari, Dede Kuswanto, membenarkan adanya insiden salah satu warganya yang mengakhiri hidup di pohon jati tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, korban diketahui baru saja pulang dari luar kota dan sempat mengeluhkan permasalahan pribadi yang dialaminya.

“Dari keterangan paman korban, Toni (55), warga Dusun Kubangpari, Desa Ciherang, korban baru saja pulang dari Cirebon pada Sabtu (01/08/2026) lalu dan sempat menginap di rumah pamannya selama dua malam. Kepada sang paman, korban sempat bercerita bahwa dirinya sedang menghadapi masalah keluarga yang cukup berat,” ungkap Dede.

Dede menceritakan, pada Senin malam sebelum kejadian, korban sempat meminta diantar pulang ke rumahnya. Namun, saat kendaraan sudah mendekati area pemukiman, korban justru meminta diturunkan di pinggir jalan dekat lapangan, yang berjarak sekitar 50 meter di belakang rumahnya.

“Setelah sampai rumah, korban sempat menyeduh kopi dan berganti pakaian. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban pamit keluar rumah dan tidak kunjung kembali, hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia pagi harinya,” tambah Dede.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Tak lama setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian dari Polsek Banjarsari bersama Tim Medis Puskesmas Banjarsari langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Banjarsari, dinyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban.

Petugas hanya menemukan luka bekas jeratan tali pada bagian leher, yang mengindikasikan bahwa korban murni meninggal dunia akibat gantung diri.

Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Polres Ciamis: Bupati Herdiat Tekankan Pentingnya Kolaborasi Sektor

Dugaan kuat sementara, aksi nekat korban mengakhiri hidupnya dipicu oleh rasa depresi berat akibat permasalahan keluarga yang tengah menghimpitnya. Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan secara layaknya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |