harapanrakyat.com,- Kasus anak tenggelam di Kabupaten Ciamis dalam beberapa hari terakhir berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. BPBD Ciamis mencatat, terdapat empat anak meninggal dunia akibat tenggelam di beberapa lokasi berbeda.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan para korban berasal dari wilayah yang tersebar, di antaranya dua anak berasal dari Kecamatan Purwadadi, satu anak warga Kota Banjar yang mengalami kecelakaan air di wilayah Kecamatan Lakbok, dan satu anak lainnya di Kecamatan Rancah.
Baca juga: Bocah 8 Tahun Asal Ciamis Tenggelam di Sungai Cijolang Kuningan, Ditemukan Meninggal Dunia
”Kami dari BPBD mengucapkan bela sungkawa yang paling dalam, semoga almarhum diterima di sisi-Nya. Peristiwa ini mengingatkan bahwa potensi bahaya di lingkungan perairan baik di sungai, bendungan, embung, kolam, atau di saluran irigasi harus menjadi perhatian serius bersama-sama antara pemerintah, orang tua, dan lingkungan sekitar,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
BPBD Imbau Masyarakat Waspada saat Bermain di Perairan
Ani Supiani menjelaskan, fenomena anak-anak yang kerap bermain air ini juga dipicu oleh faktor cuaca ekstrem berupa panas yang menyengat akhir-akhir ini. Anak-anak merasa nyaman dan tenang saat berada di air, tanpa menyadari adanya bahaya yang mengintai di bawah permukaan. Terlebih lagi, bermain di air atau sungai sudah menjadi bagian dari kearifan lokal anak-anak sejak zaman dahulu.
”Jangan menganggap remeh lingkungan perairan. Meskipun kelihatannya dangkal, perairan itu tidak merata di bawahnya, tetapi ada arus bawah. Kita semua harus mengingatkan tentang bahaya berenang di sungai tanpa keahlian ataupun tanpa peralatan keselamatan (safety). Jadi, orang tua harus bener-bener cerewet, kalau memang tidak bisa (berenang), dilarang,” tegasnya.
BPBD Ciamis juga menekankan pentingnya sinergi edukasi keselamatan ini masuk ke dalam dunia pendidikan. Menurut Ani, anak-anak harus ditanamkan sikap hati-hati sejak dini. Jika beraktivitas di air, penggunaan rompi pelampung menjadi hal yang wajib dan tidak boleh ditawar, meskipun anak yang bersangkutan sudah merasa terbiasa berenang.
BPBD Ciamis mengajak seluruh orang tua, keluarga, guru, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada masa libur sekolah dan di luar jam belajar.
“Keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kepedulian serta peran aktif dari seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.
Waspada Perairan yang Terlihat Tenang
Ani juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh lokasi-lokasi perairan yang terlihat tenang. Sungai, bendungan, maupun saluran air dapat memiliki kedalaman yang tidak merata, arus bawah yang kuat, dasar yang licin, serta perubahan kondisi air yang sulit diprediksi.
Baca juga: Bocah 4 Tahun di Lakbok Ciamis Ditemukan Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
Setiap kejadian tenggelam bukan sekadar angka statistik, melainkan kehilangan yang sangat berharga bagi keluarga dan masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama.
“Air adalah sumber kehidupan, namun juga dapat menjadi sumber bahaya apabila kita lengah. Mari tingkatkan pengawasan, edukasi keselamatan sejak dini, dan kepedulian bersama agar tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban tenggelam,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online)

8 hours ago
7

















































