Empat Tahun Gagal Panen, Ratusan Petani Padaherang Tagih Realisasi Pembuatan Apur ke BBWS Citanduy di Kota Banjar

13 hours ago 17

harapanrakyat.com,- Ratusan petani Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran bersama Aksioma Kota Banjar, Jawa Barat, kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Kota Banjar, Rabu (5/8/2026). Dalam aksi yang sempat diwarnai aksi bakar ban bekas ini, mereka mempertanyakan eksekusi pelaksanaan pembuatan apur lama untuk pencegahan banjir di Desa Maruyungsari yang membuat petani gagal panen.

Baca Juga: Petani di Kota Banjar Mulai Khawatir Masa Tanam Bakal Terdampak Kemarau Panjang

Diketahui, massa petani dari Desa Maruyungsari sebelumnya juga melakukan aksi ke BBWS Citanduy dengan tuntutan serupa pada 12 Mei 2026.

Perwakilan petani, Sugiyo mengatakan, pihaknya telah beberapa kali aksi terkait pemasanan pembuatan apur untuk penahan banjir. Namun hanya diberikan janji dan sampai sekarang ini belum ada realisasi.

Sebab itu, pihaknya menuntut BBWS Citanduy di Kota Banjar segera merealisasikan pembuatan apur lama di Maruyungsari. Hal ini agar gagal panen tidak terus terjadi karena itu hanya akan merugikan petani.

“Kenapa BBWS tidak mampu merealisasikan. Ini yang kami perjuangkan agar apur lama bisa segera direalisasikan pekerjaannya,” kata Sugiyo kepada wartawan.

Lanjutnya menyebut, atas kondisi tersebut ratusan hektare area persawahan petani di wilayah Maruyungsari selama sekitar 4 tahun ini mengalami gagal panen akibat banjir. Kondisi tersebut menurutnya bertentangan dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto sektor ketahanan pangan, sehingga pembuatan apur harus direalisasikan.

“Berhektar-hektar area pertanian di Maruyungsari semua gagal panen. Apabila ini tidak direalisasikan. kami akan melaksanakan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” tandasnya.

Baca Juga: Debit Sungai Citanduy Menyusut, BBWS Klaim Pasokan Irigasi di Banjar Mencukupi

Aksioma Kota Banjar Desak BBWS Citanduy Ambil Keputusan Tegas

Sementara itu, Presiden Aksioma Kota Banjar, Akhmad Dimyati mengatakan, permasalahan tersebut sebetulnya telah mencapai titik temu. Hal itu setelah pihak BBWS Citanduy, masyarakat, dan pihak-pihak terkait melakukan musyawarah.

Akan tetapi, realisasi pengerjaan apur menjadi terkendala. Hal ini, karena dari 17 orang warga yang memiliki lahan di lokasi pembuatan apur, 6 warga tidak menyetujui pekerjaan tersebut.

“Sebetulnya ini sudah clear. Kita juga sudah bikin tim ada dari desa dan BBWS Citanduy, tapi terkendala dalam tanda petik. Ada 17 orang yang memiliki tanah, tetapi kepemilikannya masih abu-abu konon masih tanah negara,” ujarnya.

“Nah, ini yang 11 orang tanda tangan tapi yang 6 orang tidak mau. Artinya ini ada masalah kenapa pembangunan apur lama tidak terealisasi gara gara 6 orang padahal sudah dimusyawarahkan,” imbuhnya.

Lanjutan mendesak pihak BBWS Citanduy selaku pemerintah, agar mengambil langkah berani dalam mengambil keputusan pembuatan apur agar petani tidak lagi terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir dan Gagal Panen, Petani Demo BBWS Citanduy di Kota Banjar: Anak Kami Butuh Makan

“Petani ini tidak pernah bisa panen dalam 4 tahun kebanjiran terus karena airnya tersumbat. Harapannya dibuat saluran atau apur lama agar air ini mengalir ke Ciseel dan Citanduy,” tandasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |