Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita baru lewat film Toko Perlengkapan Mayat. Film ini mengangkat ritual pesugihan dengan sentuhan budaya Sulawesi sebagai latar kisahnya. YC Entertainment dan Affor Entertainment menjadi rumah produksi film berdurasi 1 jam 19 menit tersebut.
Baca Juga: Film Maju (Jejak Pahit Si Kembang Gula) Tayang 6 Agustus 2026
Surya Darmawan menangani posisi sutradara sekaligus penulis cerita. Alurnya mengikuti usaha keluarga yang berubah menjadi sumber petaka setelah sebuah perjanjian gaib muncul. Toko Perlengkapan Mayat akan tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2026.
Film Toko Perlengkapan Mayat, Mengangkat Ritual Mistis Khas Sulawesi
Perbedaan pendekatan menjadi salah satu kekuatan Toko Perlengkapan Mayat. Film ini tidak mengikuti pola cerita penglaris yang cenderung Jawasentris. Budaya Sulawesi justru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter ceritanya.
Surya Darmawan mengisi posisi sutradara dan penulis naskah dalam proyek ini. Dwiaffor berperan sebagai eksekutif produser, sedangkan Surya juga menjalankan tugas sebagai produser. YC Entertainment dari Makassar mengembangkan film ini bersama Affor Entertainment.
Proyek tersebut turut melibatkan sejumlah talenta sebagai pemeran. Nama-nama seperti Dwiaffor, Ivana Meylanda Saragih, Bambang, dan Armhada Sijaya mengisi jajaran pemain. Kolaborasi berbagai talenta memperkuat proses kreatif produksi film.
Surya Darmawan ingin menghadirkan perpaduan cerita kuat dan visual sinematik. Ia juga berharap film mampu meninggalkan pertanyaan bagi penonton setelah cerita berakhir. Pendekatan tersebut membuat unsur budaya tidak sekadar menjadi latar cerita.
Baca Juga: Film Kado untuk Ibu, Drama Keluarga Hangat yang Siap Menguras Air Mata
Karya ini turut membawa harapan bagi perkembangan perfilman Makassar. Kehadirannya dapat memperluas peluang sineas Indonesia Timur untuk mendapat perhatian nasional. Film lokal berkualitas juga berpeluang memperkaya keberagaman industri perfilman Indonesia.
Sinopsis
Film Toko Perlengkapan Mayat mengikuti Daeng Sarro (Armhada Sijaya) yang berusaha mempertahankan toko perlengkapan jenazah warisan keluarganya. Bisnis tersebut terus merosot akibat tekanan ekonomi dan persaingan usaha. Kondisi itu membuat Daeng Sarro mengambil keputusan berisiko demi menyelamatkan tokonya.
Ia menjalani ritual pelaris untuk mendatangkan lebih banyak pelanggan. Ritual tersebut memiliki syarat mengerikan, yakni tumbal berupa potongan tubuh manusia. Daeng Sarro tetap menjalankan ritual karena berharap usaha keluarganya kembali ramai.
Harapannya sempat menjadi kenyataan ketika toko mulai menarik banyak pembeli. Peningkatan pelanggan membuat bisnisnya perlahan bangkit. Namun, keuntungan tersebut ternyata membawa konsekuensi yang jauh lebih besar.
Perjanjian dengan kekuatan gaib mulai berubah menjadi kutukan bagi keluarga Daeng Sarro. Berbagai teror muncul dan mengusik kehidupan mereka, bahkan mengancam anak-anak serta anggota keluarga lainnya. Rumah yang semula menjadi tempat berlindung pun berubah menjadi ruang penuh ancaman.
Daeng Sarro kemudian berusaha mencari cara untuk mengakhiri perjanjian tersebut. Bersama orang-orang terdekatnya, ia mulai mengungkap rahasia kelam yang berkaitan dengan ritual tersebut. Upaya itu membawa mereka pada pilihan sulit antara menyelamatkan keluarga atau menerima akibat dari ambisi Daeng Sarro.
Pemeran
Film Toko Perlengkapan Mayat menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia dalam jajaran pemerannya. Armhada Sijaya memerankan Daeng Sarro sebagai tokoh utama. Perannya menjadi salah satu pusat cerita dalam film horor ini.
Dwiaffor turut tampil sebagai Dwi, sedangkan Ivana Meylanda Saragih berperan sebagai Aulia. Bambang Mosaja memerankan karakter Iccang. Ketiganya menjadi bagian dari tokoh yang mendukung perkembangan cerita.
Film ini juga melibatkan A. Noufah Patadjangi dalam jajaran pemeran pendukung. Siti Sahrani Syifa dan Baba Ong Sugiati turut mengambil bagian dalam produksi. Kehadiran mereka menambah variasi karakter dalam film.
Pemeran lainnya mencakup Muh. Arif Budiman, Ahmad Mukhtar, Amir Desar, dan Muda Shifa. Setiap aktor hadir untuk melengkapi rangkaian karakter yang muncul sepanjang cerita. Kolaborasi tersebut memperkaya komposisi pemain film.
Alasan Harus Nonton Toko Perlengkapan Mayat
Mengangkat tema pesugihan dan kutukan turun-temurun, film ini memadukan horor supranatural dengan drama keluarga. Toko Perlengkapan Mayat menghadirkan teror makhluk gaib sekaligus menggambarkan akibat mengerikan dari pilihan jalan pintas menuju kesuksesan.
Jajaran pemeran yang cukup beragam memperlihatkan keterlibatan talenta dari berbagai latar. Nama-nama tersebut mendukung penyajian cerita dengan karakter yang saling berkaitan. Penampilan mereka menjadi salah satu unsur yang melengkapi Toko Perlengkapan Mayat.
Alur penuh misteri dan konflik batin membuat film ini menarik perhatian. Nuansa horornya berkembang perlahan sehingga ketegangan terasa semakin kuat. Film ini berpotensi menjadi salah satu tontonan horor yang dinanti pada Agustus 2026.
Baca Juga: Film Operasi Pesta Copet, Debut Edy Khemod dengan Latar Festival Musik
Itulah informasi seputar sinopsis film Toko Perlengkapan Mayat yang akan hadir di bioskop mulai 6 Agustus 2026. Film ini juga menghadirkan sejumlah pemain dengan karakter menarik. Mampukah Daeng Sarro menghentikan kutukan yang menghantui keluarganya? Atau akankah kesalahan masa lalu kembali menambah jumlah korban? Temukan jawabannya dalam film Toko Perlengkapan Mayat yang tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop Indonesia. (R10/HR-Online)

12 hours ago
12

















































