Galactic Center Lobe (GCL) sempat dikira sebagai struktur raksasa yang ada di pusat Bima Sakti. Namun dalam penelitian terbaru menepis anggapan tersebut. Ternyata GCL asalnya bukan dari pusat Bima Sakti. Temuan ini sendiri sudah ada di jurnal Astronomy & Astrophysics.
Baca Juga: Inovasi Vantablack 310, Teknologi untuk Kurangi Silau Satelit
Penemuan tersebut sangatlah mengejutkan. Hal ini karena kalangan astronom sudah meyakininya selama hampir 40 tahun lamanya. Untuk informasi selengkapnya tentang penelitian terbaru tersebut pun, bisa simak uraian di bawah ini.
Penelitian Terbaru Galactic Center Lobe
Kalangan astronom awalnya memiliki dugaan tersendiri terkait struktur raksasa yang menjulang dari inti Galaksi Bima Sakti. Dugaan tersebut mulai dari jejak letusan dahsyat black hole supermasif hingga sisa ledakan supernova di pusat galaksi. Namun ternyata semua dugaan tersebut keliru.
Struktur raksasa ini ternyata tidak ada di pusat Bima Sakti. Bahkan bentuknya bukan lobus seperti dugaan astronom selama ini. Penelitian ini sendiri dipimpin oleh Kathryn Kreckel yang berasal dari Heidelberg University, Jerman.
Dalam penelitian secara mendalam, studi tersebut menemukan bahwa objeknya terkenal sebagai GCL. Galactic Center Lobe ini ialah gelembung gas yang bentuknya cincin tertutup. Lokasinya jauh lebih dekat ke planet Bumi.
Penggunaan SDSS-V Local Volume Mapper
Kalangan ilmuwan berhasil mengkaji ulang tentang struktur raksasa di pusat Bima Sakti berkat pemanfaatan teknologi mutakhir. Dalam hal ini, teknologi tersebut ialah SDSS-V Local Volume Mapper. Karena teknologi ini, tim peneliti bisa melakukan pengamatan secara detail.
Baca Juga: Ilmuwan Usulkan Pusat Karantina di Bulan, Hindari Ancaman Spesies Invasif Antariksa
Dari pengamatan tersebut, tim peneliti bisa menemukan pancaran sulfur terionisasi yang bisa menembus debu antar bintang. Kemampuan tersebut jauh lebih baik daripada pengamatan radio yang digunakan oleh kalangan astronom sebelumnya. Karena pengamatan inilah, astronom bisa tahu bahwa ada bagian bawah struktur yang tersembunyi selama puluhan tahun lamanya.
Bahkan astronom juga bisa memastikan bahwa Galactic Center Lobe ada di sekitar 6.520 tahun cahaya dari planet Bumi. Berbeda dengan perkiraan sebelumnya yang menyebutnya ada di 26.000 tahun cahaya. Karena hal itu, ukurannya memang lebih kecil daripada yang dibayangkan ilmuwan selama ini.
Dugaan Keliru tentang GCL
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa astronom sempat menduga GCL sebagai struktur raksasa di pusat Bima Sakti. Dalam dugaan tersebut, ada sejumlah teori yang bermunculan. Saat ditemukan pada tahun 1980-an lewat teleskop radio, sebenarnya GCL berbentuk seperti struktur dari pusat Bima Sakti.
Dugaan keliru tersebut muncul sebab posisinya seperti dari inti Bima Sakti. Hal inilah yang membuat astronom menduga bahwa strukturnya adalah sisa ledakan supernova ataupun bekas letusan di inti galaksi. Namun karena dugaan tersebut salah, tim peneliti mengusulkan nama yang baru yakni Greatly Confused Loop.
Perkiraan Terbentuknya GCL
Dalam penelitian Galactic Center Lobe ini, kalangan astronom juga memiliki perkiraan sendiri tentang penyebab munculnya struktur raksasa tersebut. Kemungkinan besar struktur ini adalah gelembung raksasa yang di dalamnya ada gas hidrogen. Proses terbentuknya bisa karena aktivitas generasi bintang masif di masa lalu.
Bintang-bintang berukuran besar yang hidup dalam waktu singkat akan meledak jadi supernova. Lalu menyapu material yang ada di sekitarnya sampai membentuk rongga berukuran besar. Saat ada generasi bintang berikutnya yang lahir, maka radiasi ultraviolet di bintang baru bisa ionisasi gas di sekitarnya. Hal inilah yang membuatnya tampak bercahaya.
Apabila memandangnya dari sudut pandang planet Bumi, maka bagian tepi tampak paling terang. Karena hal itu, tampilannya seperti cincin. Perihal karakteristik Galactic Center Lobe, tim peneliti memperkirakan ukuran gelembungnya sampai 115 tahun cahaya.
Akan tetapi, tentu masih membutuhkan penelitian secara lebih lanjut untuk mengungkap misteri tentang GCL secara mendalam. Hal ini karena upaya untuk mengungkap identitasnya memang membutuhkan perjuangan panjang. Penelitiannya tidak hanya melibatkan teknologi canggih saja, melainkan juga ketelitian dan kecerdasan.
Baca Juga: Astronom Temukan 2 Planet Mirip Permen Kapas yang Raksasa Namun Sangat Ringan
Terkait penelitian Galactic Center Lobe, perlu dipahami kembali bahwa bukan struktur di pusat Bima Sakti. Galactic Center Lobe ternyata gelembung gas dengan bentuk cincin tertutup. Alih-alih di inti galaksi Bima Sakti, ternyata letaknya justru lebih dekat ke planet Bumi yang kita tinggali ini. Untuk informasi menarik lainnya tentang objek tersebut, masih butuh penelitian lanjutan. (R10/HR-Online)

10 hours ago
12
















































