Geger Temuan Jarum Pentul Berkarat dalam Paket MBG di Padaherang Pangandaran

1 day ago 16

harapanrakyat.com,- Program pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dihebohkan dengan temuan benda berbahaya berupa jarum pentul berkarat dalam kemasan makanan anak.

Paket makanan yang diduga terkontaminasi benda tajam tersebut berasal dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maruyungsari 1, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Dapur MBG 505 Bantarkalong Tasikmalaya Bantah Tuduhan Tak Salurkan Makan Gratis ke Siswa PKL

Informasi ini pertama kali mencuat dan menjadi viral di grup WhatsApp “Grup Bumil, bayi, balita…” pada Jumat (5/6/2026) malam. Dalam tangkapan layar yang beredar, seorang anggota grup bernama Wa Atun mengunggah foto sebatang jarum pentul bengkok yang sudah berkarat di atas lantai.

“Penemuan jarum pentul berkarat di nasi MBG anak saya hari ini,” tulisnya dalam unggahan pukul 18.41 WIB, yang langsung memicu keprihatinan serta kepanikan dari anggota grup lainnya.

Pekerja Kurang Disiplin Terapkan SOP

Menanggapi kejadian yang meresahkan warga ini, Solihudin, salah seorang tokoh masyarakat Desa Maruyungsari yang juga sebagai Anggota DPRD Pangandaran, langsung angkat bicara.

Ia meminta para orang tua untuk lebih waspada dan memeriksa makanan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anak-anak.

“Saya menerima laporan langsung dari warga mengenai penemuan benda berbahaya menyerupai jarum pentul berkarat di dalam paket MBG. Kami menduga ada keteledoran dari petugas atau relawan di dapur umum saat proses penyiapan makanan,” kata Solihudin kepada harapanrakyat.com, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Hih…Ada Ulat di Menu MBG Tasikmalaya

Ia menduga, kelalaian tersebut bisa terjadi akibat kurangnya kedisiplinan pekerja dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Salah satunya kemungkinan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Seperti penutup kepala atau celemek yang bersih saat bekerja di area dapur.

Oleh karena itu, Solihudin mendesak agar pengelola Program MBG segera melakukan evaluasi total terhadap sistem kerja di lapangan.

Menurutnya, aspek higienitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Agar program nasional yang bertujuan baik ini tidak justru membahayakan kesehatan masyarakat.

“Pihak pengelola MBG harus jauh lebih berhati-hati. Jangan sampai nanti timbul korban jiwa, atau hal-hal yang tidak kita inginkan hanya gara-gara kelalaian dalam menyajikan makanan,” tegas Solihudin.

Perketat Pengawasan di Seluruh Dapur MBG

Sebagai langkah antisipasi kedepan, ia meminta instansi terkait. Termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran, untuk memperketat sistem pengawasan di seluruh dapur produksi MBG.

Baca Juga: Viral di Medsos, Program MBG di Pangandaran Diduga Sajikan Makanan Basi untuk Balita

Sterilisasi petugas dan area kerja wajib ditingkatkan guna memastikan setiap makanan yang didistribusikan benar-benar aman dan layak konsumsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pengelola SPPG Maruyungsari, maupun dinas terkait mengenai langkah investigasi lanjutan atas temuan ini.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang atau Puskesmas terdekat jika menemukan benda asing dalam makanan bantuan. Serta menyimpan bukti fisik untuk proses klarifikasi. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |