Heboh Temuan Jarum Pentul di Paket MBG, Satgas SPPG Maruyungsari Pangandaran Angkat Bicara

3 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Temuan benda tajam berupa jarum pentul dalam paket program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu perhatian serius dari pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Maruyungsari 1, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Menyusul adanya laporan dari penerima manfaat, pihak SPPG langsung melakukan penelusuran lapangan untuk memastikan duduk persoalan, pada Sabtu (6/6/2026) pagi. Selain itu, mereka juga mengevaluasi seluruh proses distribusi makanan bergizi tersebut.

Baca Juga: Keluhan Program MBG di Pangandaran; Warga Temukan Jarum Berkarat hingga Sayur Mudah Basi

Kepala Satuan Tugas (Satgas) SPPG Maruyungsari 1, Alwi Putra Budiman mengonfirmasi, bahwa pihaknya menerima laporan terkait temuan jarum pentul dalam paket MBG pada Jumat (5/6/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, Alwi bersama tim segera mendatangi lokasi penerima manfaat kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) di Dusun Maruyungsari.

Menurut Alwi, paket makanan yang menjadi objek laporan tersebut sebenarnya telah didistribusikan sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.10 WIB.

SPPG Maruyungsari Perketat Pengawasan Pasca Temuan Jarum Pentul di Paket MBG

‎‎Ia menegaskan, bahwa seluruh proses produksi makanan di dapur sterilisasi selama ini telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Pengawasan dilakukan sejak tahap awal hingga makanan siap disalurkan kepada penerima manfaat.

“Setiap relawan yang masuk ke area memasak wajib mengganti pakaian. Selain itu juga, dilarang mengenakan aksesori seperti cincin, gelang, serta peniti atau bros kerudung,” jelasnya, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Geger Temuan Jarum Pentul Berkarat dalam Paket MBG di Padaherang Pangandaran

‎‎Kendati demikian, pihaknya menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi mendalam. Satgas akan menelusuri ulang seluruh rantai produksi. Proses evaluasi dimulai dari penerimaan bahan baku dari pihak penyuplai (supplier). Selanjutnya, mereka mengecek proses pengolahan. Tidak hanya itu, mereka juga akan memperhatikan manajemen distribusi ke masyarakat.

Respons Terkait Keluhan Lainnya

Selain persoalan temuan jarum pentul di paket MBG, SPPG Maruyungsari juga merespons keluhan lainnya. Seperti distribusi yang terlambat, sampai mengenai kualitas nasi yang sempat dilaporkan kotor atau tersisip kerikil.

Alwi menjelaskan, berdasarkan kesepakatan tertulis (MoU), batas waktu pelaporan komplain atau konfirmasi mengenai kondisi makanan adalah maksimal 4 jam. Waktu itu dihitung setelah paket sampai di titik penjemputan, seperti posyandu atau sekolah.

‎‎Apabila keluhan disampaikan melampaui batas waktu 4 jam tersebut, maka kualitas dan keamanan makanan sudah di luar tanggung jawab pihak SPPG. “Sebab, rentan terpengaruh faktor eksternal di lingkungan luar,” jelasnya.

‎Mengenai adanya dinamika di lapangan, di mana paket MBG tidak langsung dikonsumsi oleh penerima manfaat khususnya kelompok sasaran 3B, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sekolah dan kader posyandu.

‎‎”Komunikasi intensif dilakukan, karena sering kali terjadi ketidakselarasan waktu antara jadwal yang ditentukan kader dengan kesiapan para penerima manfaat. Ada yang menganggap distribusi terlalu pagi, namun ada juga yang menilai terlalu siang,” katanya.

Sedangkan terkait kualitas nasi yang sempat dilaporkan kotor atau tersisip kerikil, Alwi mengaku telah menegur keras pihak mitra penyedia bahan baku. “Kami tidak segan memutus kerja sama dan menghentikan pasokan dari supplier, jika kualitas barang yang dikirim tidak segera membaik,” pungkasnya.

Sebelumnya heboh di grup Whatsapp soal dugaan temuan jarum pentul di paket MBG dalam kemasan makanan anak. Jarum pentul berkarat tersebut ditemukan oleh Kamsiah (56), salah seorang warga penerima manfaat di wilayah SPPG Maruyungsari 1.

Baca Juga: Pergantian Pimpinan BGN Tak Hambat Pemenuhan Gizi Gratis di Pangandaran

Bahkan, benda tajam yang ia temukan dalam nasi sudah berkarat. Akibatnya, area nasi di sekitar jarum tersebut berubah warna menjadi kemerahan akibat noda karat. (Madlani/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |