Inovasi Vantablack 310, Teknologi untuk Kurangi Silau Satelit

7 hours ago 7

Inovasi Vantablack 310 diperkenalkan oleh perusahaan yang berasal dari Inggris. Tak lain yaitu Surrey NanoSystems. Inovasi ini sendiri berupa varian lapisan hitam yang ultra gelap.

Baca Juga: Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa

Tujuan menghadirkan teknologi ini ialah untuk memenuhi kebutuhan industri luar angkasa. Teknologi ini sendiri sangat berbeda dengan cat hitam konvensional. Hal ini karena teknologi tersebut bisa menyerap cahaya dengan begitu luar biasa.

Inovasi Vantablack 310 untuk Serap Cahaya

Dunia astronomi tentunya menyadari sepenuhnya bahwa jumlah satelit yang ada di orbit Bumi rendah saat ini melonjak drastis. Bahkan angkanya sudah lebih dari 14.000 unit. Lebih lanjut, tiap bulan jumlah satelit tersebut juga mengalami penambahan.

Karena fenomena ini, ternyata timbul masalah serius. Hal ini karena pantulan cahaya yang berasal dari satelit seringkali mengganggu observasi benda langit di luar angkasa. Akibatnya, para astronom tak bisa melakukan pengamatan secara detail.

Dengan latar belakang tersebut, muncullah inovasi Vantablack 310. Hal ini sebagaimana usulan dari tim peneliti yang berasal dari University of Surrey di Inggris. Dalam menciptakan inovasi ini, para astronom lantas melakukan pengujian efektivitasnya.

Mengenal Vantablack 310

Teknologi Vantablack 310 bukanlah cat hitam biasa. Hal ini karena teknologi tersebut berupa material hitam yang sangat pekat. Sebelumnya astronom belum pernah mengembangkan material yang hitamnya sepekat itu.

Baca Juga: Rencana Kontroversial Peluncuran Satelit Reflect Orbital ke Luar Angkasa

Nantinya teknologi ini akan berperan sebagai lapisan badan satelit. Dalam pengujian tersebut, memperlihatkan hasil yang menjanjikan. Hal ini karena nyatanya hanya memantulkan sebanyak 2% cahaya yang tampak mengenai permukaannya.

Karena kemampuan inovasi astronom tersebut, material Vantablack 310 ini bisa meminimalisir tingkat kecerahan satelit secara signifikan ketika terkena paparan sinar matahari yang ada di orbit. Hal inilah yang membuatnya lebih unggul daripada versi pendahulunya.

Karakteristik Vantablack 310

Supaya lebih mengenal inovasi dari astronom ini, pastikan juga memahami sejumlah karakteristiknya. Material ini memang memiliki reflektansi rendah dengan memantulkan 2% cahaya saja. Hal ini memang mampu meminimalisir silau satelit.

Selain itu, teknologi ini juga mampu proteksi oksigen atom. Material ini memang dirancang secara khusus untuk tak terdegradasi paparan oksigen atom yang ada di orbit rendah planet Bumi. Menariknya lagi karena material ini juga memiliki efisiensi desain yang baik.

Desainnya efisien lantaran bisa diaplikasikan di bagian spesifik satelit. Bahkan pengaplikasian inovasi Vantablack 310 ini tak perlu mengubah struktur maupun fungsi utama perangkat. Satelit pun tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya meski berlapis material ini.

Masih soal karakteristiknya, rupanya Vantablack 310 memiliki tingkat ketahanan yang ekstrem. Teknologi ini bisa bertahan dengan baik pada radiasi tinggi. Bahkan juga bisa bertahan meski ada perubahan suhu yang drastis di antariksa.

Manfaat Vantablack 310 di Dunia Astronomi

Kehadiran teknologi ini memberikan segudang manfaat di dunia astronomi. Hal inilah yang membuat pengujian material tersebut mengundang antusias dari pencinta astronomi. Adapun manfaat utamanya tidak lain yaitu memudahkan pengamatan benda di luar angkasa.

Hal ini sebagaimana penjelasan dari astrosfisikawan Astha Chaturvedi. Saat memanfaatkan material ini, astronom bisa mengamati dunia luar namun tidak harus merombak desain satelitnya secara ekstrem. Pengamatan pun jadi terasa lebih praktis dan optimal berkat inovasi Vantablack 310.

Hal ini sejalan dengan hasil pengujiannya. Saat pengujian simulasi, ternyata satelit yang sudah berlapis Vantablack 310 bisa memiliki skala magnitudo 6,7 sampai 7,0. Angka magnitudo ini menunjukkan bahwa pengamatan teleskop cenderung lebih aman. Tak mengherankan karena angka magnitudo lebih tinggi memang memperlihatkan objek yang cenderung lebih redup.

Beda saat mencermati kinerja satelit konvensional tanpa lapisan cat khusus. Contohnya yaitu satelit SpaceX. Satelit ini memiliki angka magnitudo 3,7. Oleh sebab itu, satelit tanpa pelapis khusus ini mengganggu pengamatan astronom.

Dari sini bisa kita ketahui bahwa penggunaan Vantablack 310 memang mampu meredam pantulan cahaya dengan baik. Performanya juga jadi lebih mumpuni. Maka dari itu, dunia astronomi merasa sangat terbantu saat memanfaatkan material ini.

Baca Juga: Misi Terminal PExT NASA, Jembatan Komunikasi Multi-Jaringan di Luar Angkasa

Inovasi Vantablack 310 memang curi perhatian. Hal ini karena teknologi yang jadi pelapis satelit luar angkasa tersebut mampu menyerap cahaya. Pada akhirnya, penerapan inovasi material Vantablack 310 tersebut bisa membantu ilmuwan dalam melakukan pengamatan benda di luar angkasa. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |