Isu Adhitia Maju Pilwalkot 2029, Akademisi Khawatir Ganggu Kekompakan Pemerintahan Cimahi

16 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Baru beberapa bulan memimpin Kota Cimahi, duet Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira sudah dibayangi dinamika politik menuju Pilkada 2029. Munculnya nama Adhitia sebagai kandidat potensial untuk pemilihan wali kota (Pilwalkot) 2029 mendatang dinilai terlalu dini dan berpotensi mengganggu soliditas pemerintahan.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha, menilai pembicaraan mengenai kontestasi politik lima tahun ke depan saat ini tidak tepat momentum. Menurutnya, fokus pemerintah daerah semestinya tertuju pada penyelesaian program pembangunan dan pemenuhan janji kepada masyarakat.

“Ini bukan waktunya berbicara soal kursi 2029. Masa kepemimpinan mereka masih sangat awal. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kerja nyata untuk menyelesaikan persoalan daerah, bukan wacana perebutan kekuasaan di masa depan,” kata Arlan, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Wacana Ganti Nama RSUD Cibabat Cimahi Masih Tahap Kajian, Tak Ada Wakil Rakyat yang Datang Saat diundang

Ia menilai, jika para pemimpin mulai disibukkan dengan kalkulasi politik jangka panjang, maka konsentrasi dalam menjalankan pemerintahan bisa terganggu. Kondisi tersebut berisiko memunculkan keretakan dalam hubungan politik di internal pemerintahan.

“Masyarakat menunggu hasil kerja, bukan manuver politik. Ketika para pemimpin lebih fokus menyusun strategi politik masing-masing, soliditas pemerintahan bisa terdampak,” ujarnya.

Arlan juga mengingatkan bahwa dampaknya tidak hanya dirasakan di level elite. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi berpotensi mengalami kebingungan. Terutama dalam menjalankan tugas apabila muncul kesan adanya dinamika politik yang terlalu dini. Akibatnya, pelaksanaan program dan kualitas pelayanan publik bisa ikut terpengaruh.

Menurutnya, langkah partai politik yang mulai memunculkan nama Adhitia sebagai calon wali kota juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Publik bisa menilai ambisi politik lebih diutamakan dibanding penyelesaian tugas pemerintahan yang sedang berjalan.

Tanggapan Akademisi Soal Sikap Adhitia Maju Pilwalkot Cimahi 2029

Menanggapi pernyataan Adhitia yang menyebut “kenapa tidak” ketika ditanya peluang maju pada Pilwalkot 2029, Arlan menilai sikap tersebut perlu diimbangi dengan penegasan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjalankan amanah sebagai wakil wali kota hingga akhir masa jabatan.

“Persaingan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan sampai ambisi politik mengorbankan kinerja pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Arlan menyarankan Ngatiyana dan Adhitia terus memperkuat komunikasi serta menjaga kesamaan visi dalam menjalankan roda pemerintahan. Sementara itu, partai politik diharapkan tidak terburu-buru melakukan manuver yang dapat memicu spekulasi politik, mengingat tahapan resmi Pilkada 2029 pun masih jauh.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menanggapi dukungan dari partainya yang mulai mendorong namanya untuk maju pada Pilwalkot 2029.

Baca Juga: Siaga Kekeringan, DPKP Cimahi Susun Langkah Jaga Pasokan Air Bersih

“Sebagai kader, prinsip kami adalah sami’na wa atha’na, mendengar dan taat. Jadi apabila partai memberikan kepercayaan dan tugas, saya pasti siap menjalaninya. Kalau memang ditugaskan dan masyarakat pun mendukung, kenapa tidak?” ujar Adhitia. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |