harapanrakyat.com,- Viking 1 di Mars menjadi wahana antariksa pertama milik Amerika Serikat yang berhasil mendarat secara aman. Pendaratan bersejarah penjelajah planet Mars pada wilayah Chryse Planitia ini terjadi tepat pada tanggal dua puluh Juli 1976. Pesawat robotik canggih ini langsung mentransmisikan gambar resolusi tinggi pertama dari permukaan planet merah tersebut.
Baca juga: Fakta-fakta Terbaru Penemuan Jejak Badai Pasir Purba di Planet Mars
Perjalanan panjang menuju planet tetangga Bumi ini memakan waktu luar biasa lebih dari tiga ratus hari. Wahana pendarat ini dikirimkan bersama sebuah pengorbit yang terus melayang mengelilingi planet selama bertahun-tahun kemudian. Keduanya sukses mengumpulkan berbagai data belum pernah terjadi sebelumnya untuk memukau umat manusia di Bumi.
Hasil Eksperimen Biologis Wahana Viking 1 di Permukaan Mars
Ilmuwan sengaja melengkapi robot penjelajah ini dengan instrumen canggih untuk mengumpulkan sampel tanah debu secara langsung. Alat utama berupa kromatograf gas dan spektrometer massa bekerja keras mendeteksi kemungkinan adanya molekul organik. Penyelidikan mendalam tersebut mempunyai tujuan utama mencari tahu keberadaan tanda kehidupan pada dunia asing itu.
Sebagian besar ahli biologi awalnya menyimpulkan bahwa tidak ada tanda kehidupan pada bentangan tanah debu tersebut. Kesimpulan ini muncul akibat ketidakmampuan instrumen internal mendeteksi material organik selama masa penelitian awal berlangsung. Namun seorang astrobiologi bernama Gilbert Levin meyakini bahwa eksperimennya justru sukses menemukan mikroorganisme hidup di sana.
Baca juga: Misi Skyfall ke Mars, NASA Siapkan 3 Helikopter Generasi Baru
Ilmuwan NASA bernama Ben Clark merancang instrumen untuk mengukur komposisi kimiawi tanah planet tersebut secara sangat presisi. Sistem pintar tersebut secara bertahap memasukkan nutrisi tambahan untuk merangsang berbagai bentuk aktivitas biologis tertentu. Bahkan eksperimen ketiga menunjukkan respons kuat sesuai perkiraan saat mesin menambahkan cairan nutrisi ke dalam sampel.
Ahli astrobiokimia bernama Steven Benner juga menegaskan bahwa data biologi dari misi ini sering disalahartikan ilmuwan. Buku terbarunya menyebutkan bahwa robot luar angkasa itu kemungkinan besar menemukan bukti kehidupan mikroba autotrof purba. Perkiraan kalkulasi jumlah mikroorganisme tersebut mencapai sekitar seribu sel per gram tanah yang menyerupai takaran Bumi.
Warisan Data Penting Bagi Penjelajahan Luar Angkasa Masa Depan
Seluruh kumpulan data biologi masa lalu kini menjadi sangat vital bagi penelitian kelaikhunian dunia secara berkesinambungan. Pihak penyelenggara memberlakukan protokol sterilisasi panas tinggi secara ketat pada mesin sebelum meluncurkan armada pendarat itu. Tindakan preventif ini memastikan bahwa wahana tidak membawa mikroorganisme darat yang dapat mencemari sampel tanah asli.
Baca juga: Penemuan Galaksi Purba MXDFz4.4, Bisa Bentuk Bintang Lebih Cepat dari Bima Sakti
Mesin pendarat canggih ini telah berhenti beroperasi secara total sejak lebih dari empat dekade silam. Namun, catatan pengujian biologinya akan sangat penting untuk perbandingan interpretasi data armada wahana masa depan. Pengamat menilai pelestarian sejarah teknik ini mampu menginspirasi kaum muda mendukung upaya penjelajahan antariksa kontemporer.
Penjelajah robotik itu secara tangguh bertahan hidup melebihi target operasi 90 hari misi awal. Sistem pengumpulan data permukaannya terus berjalan tanpa henti untuk merekam fenomena alam hingga tahun 1982. Semua pencapaian hebat eksperimen wahana Viking 1 di Mars menjadi fondasi terkuat bagi pendaratan penjelajah modern. (Muhafid/R6/HR-Online)

7 hours ago
8

















































