Gugus galaksi Abell 2255 berhasil direkonstruksi oleh kalangan astronom. Lebih tepatnya bagian struktur medan magnetnya. Rekonstruksi ini dilakukan secara menyeluruh dari pusat inti sampai dengan batas terluarnya.
Baca Juga: Penemuan Galaksi Purba MXDFz4.4, Bisa Bentuk Bintang Lebih Cepat dari Bima Sakti
Keberhasilan tim astronom ini perlu diapresiasi. Hal ini karena kesuksesan tersebut termasuk pencapaian bersejarah. Untuk informasi selengkap tentang gugus galaksi tersebut, cek di sini.
Pengamatan Gugus Galaksi Abell 2255
Abell 2255 ialah gugus galaksi berukuran raksasa. Jaraknya berkisar 1 miliar tahun cahaya dari planet Bumi. Karena jarak tersebut, tentu bukan hal yang mudah bagi tim astronom untuk mengamatinya.
Namun nyatanya kalangan astronom berhasil melakukannya. Para astronom memanfaatkan kecanggihan LOFAR (Low Frequency Array). Teknologi berupa teleskop radio Eropa tersebut membantu astronom untuk melangsungkan pengamatan secara mendalam hingga berhasil melakukan pemetaan.
Hasil observasi kalangan peneliti internasional dengan proyek LOFAR Galaxy Cluster Ultra-Deep Field ini berhasil mendapatkan data pencitraan radio hingga 224 jam. Waktu tersebut dihabiskan untuk melakukan penelitian pada Abell 2255. Struktur Abell 2255 itu sendiri tampak membentang sampai beberapa juta tahun cahaya.
Baca Juga: Penemuan Galaksi Kuno LAP1-B, Mengungkap Masa Lalu Alam Semesta
Hasil analisis dalam penelitian astronom ini pun sudah terpublikasi di jurnal Astronomy & Astrophysics. Untuk saat ini bahkan sudah tersedia di repositori arXiv dalam bentuk makalah pracetak.
Fakta Abell 2255
Keberhasilan astronom dalam memetakan gugus galaksi Abell 2255 ini turut mengungkap segudang fakta tentangnya. Pastikan tahu apa saja fakta gugus galaksi tersebut. Berikut beberapa diantaranya.
Memiliki Pancaran Gelombang Radio Kompleks
Salah satu faktanya yakni gugus galaksi ini memiliki pancaran gelombang radio yang kompleks. Gugus galaksi ini juga memiliki emisi radio yang cenderung luas. Emisi ini terbentuk karena pergerakan partikel elektron yang mendekati kecepatan cahaya. Hal ini terjadi ketika berinteraksi dengan medan magnetnya.
Distribusi Medan Magnet Terorganisasi
Fakta lainnya yang juga ada pada Abell 2255 yaitu pendistribusian medan magnetnya. Rupanya medan magnetnya terdistribusi dalam skala besar dan tak tersebar secara acak. Alih-alih acak, medan magnet tersebut rupanya terorganisasi. Hal ini karena pergerakan gas saat membentuk gugus galaksi ini sendiri.
Terlepas dari hal itu, Abell 2255 juga memiliki karakteristik tersendiri yang sudah bukan rahasia lagi. Pertama, dari segi radiusnya. Gugus galaksi ini memiliki radius yang terbilang raksasa sebab membentang sampai 16,3 juta tahun cahaya.
Karakteristik lainnya berkaitan dengan kumpulan galaksinya. Gugus galaksi Abell 2255 mencakup 300 hingga 500 galaksi. Ratusan galaksi tersebut saling terikat satu sama lain oleh gaya gravitasi sehingga aktif bergabung.
Pentingnya Keberhasilan Pemetaan Abell 2255
Sebagaimana penjelasan Andrea Botteon selaku pemimpin tim penelitian yang berasal dari INAF (Institut Nasional untuk Astrofisika Italia), pencapaian astronom ini sangat penting di dunia astronomi. Hal ini karena kalangan ilmuwan jadi lebih mudah untuk memahami percepatan elektron sampai kecepatan relativistik. Mengingat, astronom bisa memperoleh citra gugus galaksi sensitif di panjang gelombang radio.
Berkat keberhasilan tersebut pula, tim astronom juga bisa memahami bagaimana medan magnetnya diperkuat di skala kosmik besar. Bahkan kalangan peneliti turut meyakini bahwa mekanisme yang mampu menghidupkan emisi radio berukuran raksasa tersebut ada kaitannya dengan terbentuknya gugus galaksi. Sementara untuk pemicu kompleksitas penelitiannya tak lain lantaran sulitnya deteksi sinyal radio yang berasal dari pergerakan elektron di medan magnet lemah.
Masih seputar pentingnya keberhasilan kalangan astronom dalam memetakan gugus galaksi Abell 2255 ini. Ternyata kalangan ilmuwan juga jadi tahu bagaimana kondisi medan magnet yang ada di beberapa wilayah. Medan magnet tersebut membentang secara radial lantaran mengikuti emisi radio memanjang.
Akan tetapi, beda untuk area yang penuh dengan gelombang kejut. Di area tersebut, medan magnetnya justru berorientasi secara tangensial. Hal ini bisa terungkap saat tim peneliti memanfaatkan pengamatan radio terdalam bersamaan dengan penerapan teknik analisis data inovatif.
Baca Juga: Galaksi NGC 3137 Tertangkap Hubble, Punya Lubang Hitam Supermasif di Pusatnya
Secara garis besar, pengamatan dan pemetaan pada gugus galaksi Abell 2255 jadi laboratorium kosmik strategis sekaligus ideal bagi astronom. Hal ini karena astronom jadi lebih mudah untuk memahami pembentukan medan magnetnya. Bahkan juga bisa mengetahui proses evolusi maupun mengungkap dinamika gas panas selama membentuk struktur raksasa di alam semesta. Hal yang pasti, pengamatan pada gugus galaksi Abell 2255 memang penting bagi dunia astronomi. (R10/HR-Online)

9 hours ago
9

















































