Kemarau Dua Bulan, 700 Kepala Keluarga di Kertanegla Tasikmalaya Krisis Air Bersih hingga Antre di Masjid

7 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Krisis air bersih melanda Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dampak musim kemarau yang berkepanjangan membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut terpaksa mengantre di masjid setempat demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari, Minggu (28/6/2025).

Kondisi kekeringan ini dipicu oleh musim kemarau yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir. Akibatnya, sumber air sumur di permukiman warga Dusun Cipari dan Dusun Cipatat mengering total, sehingga masyarakat mengalami kesulitan akses air bersih secara masif.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan ART di Tasikmalaya Diposting KDM: Tersangka Klaim Damai, Korban Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Warga Kertanegla Tasikmalaya Antre di Masjid Demi Mendapatkan Sumber Air Bersih

Saat ini, satu-satunya sumber air yang masih mengalir dan dapat diandalkan warga berada di Masjid Jami setempat. Alhasil, setiap hari warga harus rela mengantre secara bergantian dengan para jemaah yang hendak melaksanakan ibadah salat dan berwudu.

Warga terdampak kurangnya air bersih, Dedeh Rohayati, mengatakan, kondisi sulit ini hampir terjadi setiap tahun saat memasuki musim kemarau. Warga sangat berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menyalurkan bantuan kedaruratan.

“Ini lagi antre mengambil air di masjid, karena sumber air tinggal satu-satunya di sini. Kekeringan sudah berjalan dua bulan dan air sumur di rumah-rumah sudah kering semua,” ungkapnya.

Pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami, Uun Suhendar, mengakui bahwa membeludaknya warga yang mengambil air sedikit banyak memengaruhi aktivitas di area rumah ibadah tersebut. Kendati demikian, pihak DKM tetap membuka pintu dan mengizinkan warga karena menyadari tidak ada alternatif sumber air lain di lingkungan mereka.

“Ya, sebetulnya cukup mengganggu aktivitas ibadah, tapi mau bagaimana lagi. Sumber air yang tersisa hanya ada di sini, jadi warga terpaksa antre bergantian dengan jemaah yang mau wudu,” tuturnya.

Kekeringan di Dua Dusun

Sementara itu, Kepala Desa Kertanegla, Bunyamin, menjelaskan bahwa bencana kekeringan ini melanda dua dusun, yaitu Dusun Cipari dan Dusun Cipatat. Total warga yang terdampak di kedua wilayah tersebut diperkirakan mencapai 600 hingga 700 Kepala Keluarga.

Bunyamin menegaskan bahwa pihak pemerintah desa tidak tinggal diam. Mereka telah bergerak cepat melaporkan krisis air bersih ini ke tingkat atas dan berharap ada respons berkala dari pemerintah daerah.

“Ada dua dusun yang terdampak kekeringan cukup parah, yaitu Dusun Cipari dan Dusun Cipatat yang dihuni sekitar 600 Kepala Keluarga. Saat ini sumber air satu-satunya disalurkan ke masjid. Warga terpaksa mengantre di sini dan untuk sementara waktu pengambilan air memang harus dibatasi agar semua kebagian,” jelas Bunyamin.

Baca Juga: Lomba Ketangkasan Domba di HUT Tasikmalaya ke-334, Dongkrak Ekonomi dan Ajang Edukasi Peternak

Kini warga di Desa Kertanegla masih sangat mengharapkan bantuan armada tangki air bersih segera disalurkan ke permukiman mereka, mengingat prediksi musim kemarau masih akan berlangsung lama dan belum ada tanda-tanda curah hujan dalam waktu dekat. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |