Bagi Anda yang merasa jenuh dengan rutinitas perkotaan, Kampung Wisata 165 yang terletak di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hadir sebagai jawaban untuk destinasi healing yang menyegarkan saat liburan.
Berdiri di atas lahan seluas lebih dari 20 hektar, kawasan ini menawarkan perpaduan sempurna antara panorama perbukitan hijau dan jernihnya aliran Sungai Cikalumpang.
Filosofi Mendalam di Balik Nama Kampung Wisata 165
Baca Juga: Pesona Wisata Alam Kadu Engang, Destinasi Estetik di Lereng Gunung Karang
Banyak pengunjung yang penasaran dengan penamaan destinasi ini. Menurut tokoh Banten sekaligus pemilik kawasan, KH Embay Mulya Syarief, angka 165 memiliki makna spiritual yang kuat. Yaitu 1 untuk Ihsan (Tauhid), 6 untuk Rukun Iman, dan 5 untuk Rukun Islam.
Jika Menara 165 di Jakarta memiliki konsep “melangit”, maka Kampung Wisata 165 ini mengusung konsep “membumi”, sebagai bentuk ibadah manusia dalam merawat dan menjaga kelestarian alam.
Tempat ini awalnya dikembangkan untuk mengatasi masalah penebangan liar dengan memberikan alternatif ekonomi baru bagi warga lokal melalui sektor pariwisata.
Aktivitas Seru: Dari Body Rafting hingga Camping
Kampung Wisata 165 bukan sekadar tempat bersantai, namun juga pusat edukasi alam yang kaya akan aktivitas luar ruangan. Berikut adalah beberapa kegiatan unggulan yang bisa pengunjung nikmati:
Body Rafting & River Tubing: Pengunjung dapat menguji adrenalin dengan menyusuri Sungai Cikalumpang yang memiliki empat titik jeram menantang.
Camping Ground: Tersedia area berkemah luas yang mampu menampung ratusan orang. Sangat cocok untuk kegiatan komunitas atau keluarga.
Baca Juga: Pesona Bukit Patrum Klaten: Bekas Tambang Belanda yang Menjelma Jadi Destinasi Instagramable Viral
Fasilitas Lengkap: Terdapat berbagai pilihan penginapan mulai dari vila bambu hingga saung-saung yang dibangun tepat di atas sungai untuk memberikan sensasi makan di atas air.
Kuliner Khas: Pengunjung bisa menikmati paket makan “bacakan” dengan menu tradisional. Seperti ikan asin, sayur asem, dan sambal yang disajikan di atas daun pisang.
Akses dan Harga Tiket Masuk
Untuk mencapai lokasi ini, perjalanan dari pusat Kota Serang memakan waktu sekitar satu jam menuju Pasar Padarincang.
Perlu diperhatikan bahwa akses menuju titik utama hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama sekitar 20 menit. Atau menggunakan kendaraan roda dua karena medannya yang cukup ekstrim dengan jalur setapak yang curam. Pengunjung yang membawa mobil dapat memarkirkan kendaraannya di area penitipan yang tersedia.
Harga tiket masuk sangat terjangkau, yakni Rp 5.000 per orang. Untuk biaya parkir motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000, yang akan bertambah jika menginap.
Baca Juga: Agrowisata Saung Manglid Purwakarta, Liburan Seru Sambil Belajar Bercocok Tanam
Bagi yang ingin bermalam, harga sewa penginapan berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 350.000 per malam. Sementara biaya camping mandiri hanya Rp 25.000 per orang.
Dengan suasana yang asri dan udara yang sejuk, Kampung Wisata 165 benar-benar menjadi oase syahdu bagi siapa saja yang ingin menyatu kembali dengan alam. Sekaligus memperkaya nilai spiritual dalam diri. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
8

















































