Kemarau Tekan Debit Bendungan, DSDA Jawa Barat Atur Giliran Air Irigasi Sawah

11 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Musim kemarau yang semakin terasa di berbagai wilayah Jawa Barat mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian. Penurunan debit air di sejumlah bendungan menyebabkan pasokan air irigasi ke beberapa daerah persawahan harus dikurangi. Meski demikian, Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jawa Barat memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masih tetap terpenuhi, melalui pengaturan distribusi secara bergilir. Sehingga, aktivitas pertanian tidak terganggu secara signifikan.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Ratusan Bendungan

Kepala DSDA Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengatakan, penurunan volume air berdampak pada ketersediaan pasokan irigasi di area persawahan. Sejumlah daerah irigasi mulai merasakan dampak penyusutan debit air.

Beberapa titik irigasi yang tercatat mengalami penurunan pasokan air signifikan berada di Daerah Irigasi (DI) Leuwikuya di Soreang Kabupaten Bandung. Kemudian, DI Ciputrahaji di Kabupaten Ciamis, serta DI Biuk dan Padawaras di Kabupaten Tasikmalaya.

“Sejumlah daerah irigasi yang mengalami penyusutan air yaitu, Biuk dan Padawaras di Kabupaten Tasikmalaya, Leuwikuya di Soreang Kabupaten Bandung, serta Ciputrahaji di Kabupaten Ciamis,” kata Dikky, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Atasi Kekeringan Ekstrem di Cimahi, Kementerian PU Turunkan 40 Ribu Liter Air Bersih Sepekan

DSDA Jawa Barat Pastikan Kebutuhan Pasokan Air Sawah Tetap Terpenuhi

Dikky berujar, penyusutan volume air bukan berarti lahan pertanian warga kering total tanpa pasokan air sama sekali. Pihaknya akan mengatur alokasi distribusi air secara bergilir, agar sawah-sawah warga tetap menerima pasokan air sesuai kapasitas ketersediaan yang ada.

“Masih ada debit air untuk areal persawahan, jadi tidak sampai kering total,” ujarnya.

Sementara mengenai ancaman gagal panen atau puso, DSDA Jawa Barat belum menemukan potensi itu di wilayah-wilayah terdampak. Sebagian besar lahan pertanian warga saat ini sudah memasuki masa panen. Sehingga, tingkat kebutuhan air harian relatif lebih kecil dan masih dapat terpenuhi.

“Masih relatif terpenuhi, walaupun kecil. Sudah ada yang memasuki masa panen,” ucapnya.

Ia menambahkan, tingkat penurunan debit air di bendungan milik Pemprov Jawa Barat bervariasi antara 10 hingga 20 persen, dari total kapasitas kebutuhan irigasi normal. DSDA Jawa Barat pun terus memantau jaringan irigasi guna memastikan siklus tanam dan panen mendatang tetap berjalan sesuai jadwal.

Baca Juga: Dampak El Nino Meluas di Jawa Barat, 205 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan di 15 Daerah

“Kami masih mengupayakan agar proses panen petani tidak terganggu. Pengurangan debit air bervariasi antara 10 sampai 20 persen dari kebutuhan areal irigasi,” tuturnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |