Keren, Ciamis Jadi Pelopor Zona Khas Pertama di Rest Area Non-Tol Se-Indonesia

14 hours ago 18

​harapanrakyat.com,- Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ciamis, Pemkab Ciamis resmi meluncurkan Zona Kuliner Halal, Sehat, dan Aman (Zona Khas) di kawasan rest area objek wisata Karangkamulyan.

Baca juga: Rest Area Karangkamulyan Ciamis Jadi Zona Kuliner Halal, Pertama di Jabar di Luar Jalur Tol

​Istimewanya, zona kawasan ini menjadi satu-satunya dan yang pertama di Indonesia yang dilaunching di fasilitas rest area non-tol.

Penjelasan Zona Khas Ciamis Pertama di Indonesia

​Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Dian Kusdiana, mengungkapkan keberhasilan ini merupakan buah dari strategi collaborative government yang agresif. 

Pemkab Ciamis berhasil menggandeng berbagai pihak. Mereka bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS/KANEX) Jawa Barat, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Halal Center Salman ITB.

​”Alhamdulillah, Deputi dari kantor pusat BPJPH Jakarta dan Deputi KANEX hadir langsung. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata dan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat kepada Pemkab Ciamis,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

​Dian yang akrab disapa Dian Udeng ini membeberkan kisah di balik prosesnya. Mulai dari lobi dan survei pertama baru dimulai pada Maret lalu dengan target peresmian di bulan Juni. Namun, target ini sempat diragukan oleh lembaga-lembaga besar seperti Salman ITB dan BPJPH.

Baca juga: Hemat BBM, Bupati Ciamis Wacanakan ASN Wajib Ngantor Pakai Sepeda atau Angkot

​”Awalnya mereka ragu. Padahal, antrean daerah lain yang ingin launching itu ada lebih dari 15 titik, bahkan ada yang sudah mengantre 10 bulan hingga satu tahun lebih. Tapi kita salip semua,” ucapnya. 

“Ciamis membuktikan hanya butuh waktu 2 sampai 3 bulan untuk mengorkestrasi Dinas Kesehatan, Dinas UMKM, hingga pemenuhan NIB para pelaku usaha. Mereka sampai takjub dengan kecepatan kita,” tambah Dian. 

Pelatihan untuk Pelaku Usaha

​Melalui Zona Khas ini, para pelaku usaha wisata kuliner tidak hanya sekadar diberi label. Mereka juga dilatih langsung oleh KANEX Provinsi, BPJPH, dan Salman ITB mengenai tata cara memasak dan penyajian yang halal. 

Dian menegaskan, konsep halal ini otomatis menjamin sisi kesehatan kuliner tersebut. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung ke Karang Kamulyan bisa menikmati hidangan dengan aman, nyaman, dan tanpa was-was.

​Pemkab Ciamis juga berhasil mengamankan komitmen kerja sama dengan Dina dari Salman ITB, yang merupakan mentor halal tingkat internasional. Dina baru-baru ini diundang khusus oleh pemilik Red Bull ke Meksiko menggunakan jet pribadi.

​”Bu Dina menawarkan coaching khusus gratis untuk Ciamis. Kita diminta menyiapkan 100 orang untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) selama dua hari. Ini penawaran luar biasa, kalau bayar bisa ratusan juta rupiah. 100 orang ini nantinya akan menjadi pelatih yang mentransfer ilmunya ke pelaku usaha lain di Ciamis,” jelasnya. 

​Zona Khas KarangKamulyan ini akan dijadikan pilot project (proyek percontohan). Selanjutnya, proyek ini akan dikembangkan ke destinasi wisata milik swasta dan desa wisata di seluruh Kabupaten Ciamis. 

​Untuk sektor swasta, destinasi wisata Jatiasi Apa akan menjadi bidikan pertama untuk diikutkan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat. Lomba tersebut berada pada kategori destinasi wisata buatan ramah muslim (Muslim Friendly Tourism). 

Baca juga: Desa Handapherang Ciamis Surganya Pecinta Kuliner Bakso

Dinas Pariwisata Ciamis sendiri akan mengawal langsung standarisasi fasilitasnya. Ini dimulai dari kelayakan musala hingga detail higienitas toilet (seperti pemasangan sekat mika pada urinoir).

​”Langkah strategis jangka panjangnya, konsep wisata ramah muslim ini akan kita kunci dan cantumkan ke dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA). Kita targetkan dalam 20 tahun ke depan, Kabupaten Ciamis menjadi kabupaten yang paling unggul di Jawa Barat dalam penyediaan destinasi wisata ramah muslim,” pungkasnya. (Feri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |