Krisis Air Bersih di Cintanagara Garut, Ratusan Warga Terdampak Antre Bawa Jerigen hingga Malam

3 hours ago 3

harapanrakyat.com,- Dampak kemarau panjang mulai mengancam ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Saat ini, warga Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, mulai mengalami krisis air bersih dan harus bergantung pada distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi memprihatinkan terlihat saat warga harus memikul jerigen di malam hari. Mereka rela mengantre demi mendapatkan kucuran air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Wilayah yang Alami Krisis Air Bersih di Cintanagara Garut

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Warga Karangpanimbal Banjar Dapat Bantuan Sarana Air Bersih dari Pemerintah Pusat

Berdasarkan data yang tercatat, terdapat enam kampung di Desa Cintanagara yang sudah mengalami kekeringan ekstrem, yaitu Kampung Jolok, Samayuda, Cibodas, Siderang Pasir, Cibelendung, dan Kampung Campaka

Ratusan jerigen milik warga tampak sudah disiapkan di pinggir jalan raya menunggu kedatangan mobil tangki bantuan dari BPBD dan dinas terkait. Akibat krisis air bersih, warga Cintanagara bahkan harus berjalan kaki hingga ratusan meter untuk mengisi wadah air mereka agar kebutuhan air tetap terpenuhi.

Camat Cigedug, Mamun Gunawan menjelaskan, distribusi air dilakukan secara bergantian mengingat banyaknya jumlah warga yang terdampak.

“Kampung Samayuda 65 KK, Kampung Jolok Tonggoh 167 KK, Kampung Jolok Lebak 108 KK, dan Kampung Siderang Pasir 85 KK. Mereka harus gantian mendapat air bersih dari suplai BPBD,” jelasnya, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Warga Kota Banjar Bawa Galon Andalkan Pasokan Air Bersih Untuk Mandi dan Masak

Kendala Infrastruktur dan Fenomena Semburan Gas

Mamun Gunawan mengungkapkan, persoalan krisis air bersih di Desa Cintanagara ini sebenarnya merupakan masalah tahunan yang selalu berulang setiap musim kemarau. Meskipun upaya pipanisasi telah dilakukan, fasilitas tersebut belum menjangkau seluruh wilayah desa.

“Jadi rutin setiap tahun seperti itu, karena warga tiap harinya kan butuh air bersih. Hanya beberapa kampung, untuk tahun kemarin 10 RW, karena sekarang sudah ada pipanisasi. Tinggal RW tertentu yang belum tersentuh,” ungkapnya.

Upaya lain seperti pengeboran sumur pun pernah dilakukan melalui bantuan yayasan dan pihak desa. Namun, langkah tersebut menemui kegagalan yang tak terduga. Alih-alih mendapatkan air, lubang bor justru mengeluarkan semburan gas dan api.

Baca Juga: Atasi Kekeringan Ekstrem di Cimahi, Kementerian PU Turunkan 40 Ribu Liter Air Bersih Sepekan

“Sumber airnya masih kurang. Di kampung yang sulit air bersih sempat dilakukan pengeboran, tapi tidak keluar air, malah mengeluarkan gas. Dulu pernah ada bantuan dari yayasan untuk pengeboran sumber air, tapi malah keluar api,” kata Mamun Gunawan.

Hingga saat ini, mobil tangki bantuan terus hilir mudik ke area terdampak kekeringan agar masyarakat Desa Cintanagara bisa mendapatkan jatah air bersih yang layak. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |