Krisis Air Bersih di Sumedang, Brimob Kirim Water Treatment untuk Bantu Warga

1 day ago 12

harapanrakyat.com,- Krisis air bersih melanda Dusun Ciduging, Desa Tarunajaya, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sekitar 70 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Guna membantu kesulitan warga, Satuan Brimob Polda Jabar mengerahkan kendaraan water treatment dan mobil tangki untuk menyediakan air bersih.

Teknologi tersebut memungkinkan air yang sebelumnya keruh diolah hingga menjadi air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk konsumsi.

Danton Kompi 3 Batalyon A Pelopor Brimob Polda Jabar, Aiptu Taufik Hadi mengatakan, bantuan air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan sumber air selama musim kemarau.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda Kota Banjar, Tahun Ini Tak Ada Pembangunan Sumur Bor

“Di sini kami membantu warga dengan water treatment dan satu mobil tangki,” kata Taufik, Kamis (13/8/2026).

Ia menyebutkan, mesin pengolahan tersebut mampu menghasilkan sekitar 2.000 hingga 2.500 liter air bersih setiap jam. Sementara kapasitas penyediaan air dari mobil tangki mencapai sekitar 6.000 liter.

“Kegiatan ini sudah dilakukan dari kemarin sampai sekarang dua hari. Mudah-mudahan kami sampai tiga hari ke depan Insya Allah akan membantu warga di Dusun Ciduging ini,” ucapnya.

Brimob Kirim Water Treatment Disambut Antusias Warga Sumedang

Taufik menambahkan, kehadiran petugas mendapat sambutan positif dari masyarakat. Aparatur kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, dan personel kepolisian turut berada di lokasi untuk membantu proses pendistribusian air.

“Alhamdulillah antusias warga cukup tinggi. Sebagian kebutuhan air minum dan air bersih masyarakat sudah terpenuhi. Kalau di lokasi ini sudah tercukupi, kami akan bergerak ke wilayah yang lebih atas,” tambahnya.

Taufik juga menjelaskan, air hasil pengolahan dari kendaraan water treatment pada dasarnya dapat digunakan untuk konsumsi. Namun, untuk memastikan kualitas air sebelum diminum, masyarakat tetap dianjurkan mengolahnya kembali, termasuk dengan cara dimasak.

Salah seorang warga, Lili Sanukri mengungkapkan, persoalan kekurangan air bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, warga Dusun Ciduging hampir setiap musim kemarau menghadapi kondisi serupa.

Baca Juga: 450 Ribu Warga Jawa Barat Terdampak Kekeringan, 8,7 Juta Liter Air Bersih Didistribusikan

“Sering tiap tahun juga kekeringan, malahan musim penghujan juga tidak bisa diminum air di sini, karena airnya mungkin tanah porang disebutnya,” ungkap Lili.

Menurutnya, kekeringan tahun ini mulai terasa sejak akhir Maret ketika hujan semakin jarang turun. Kondisi tersebut membuat sumber air yang biasa warga gunakan semakin menyusut.

Untuk mendapatkan air, warga terpaksa memanfaatkan sumber yang lokasinya cukup jauh. Salah satunya mata air Ciateul yang berjarak lebih dari satu kilometer dari permukiman.

70 KK di 2 RT Terdampak Krisis Air

Lili menyebut, sedikitnya dua RT di wilayah tersebut terdampak krisis air dengan jumlah sekitar 70 KK. “Ada air dari mata air memang jauh sekitar 2 kilometer yang disebut Ciateul. Air dari Jatigede itu jadi kotor nggak bisa untuk konsumsi,” tambahnya.

Kondisi serupa juga dirasakan warga lainnya, Tuti Yuniah. Menurutnya, kekeringan menjadi persoalan rutin setiap musim kemarau. Sumber air yang biasanya diperoleh dari area persawahan kini ikut mengering.

Tuti mengatakan, kendaraan water treatment Brimob membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, sehingga mengurangi pengeluaran masyarakat yang selama ini harus membeli air.

Baca Juga: Dulu Jalan Kaki 4 Kilometer Cari Air Bersih, Kini Warga Parungponteng Tasikmalaya Nikmati Sumur Bor TMMD

“Setelah ada bantuan air bersih ini warga merasa senang. Biasanya kami harus membeli air, sekarang mendapat bantuan dan airnya bisa untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Tuti.

Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama sumber air di lingkungan mereka belum kembali normal. Sekaligus juga ada solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan yang berulang setiap tahun. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |