harapanrakyat.com,- Memasuki musim kemarau, Perumdam Tirta Galuh Kabupaten Ciamis memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan masih dalam kondisi aman. Hingga akhir Juli 2026, ketersediaan air baku dari Sungai Citanduy masih mencukupi, sehingga distribusi air kepada pelanggan tetap berlangsung selama 24 jam penuh.
Baca Juga: Musim Kemarau, Perumda Tirta Galuh Ciamis Pasok 100 Ribu Liter Air Bersih ke Daerah Kekeringan
Direktur Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Amsi mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi sumber air baku. Langkah ini sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Meskipun debit air Sungai Citanduy mulai mengalami penurunan, kondisi saat ini masih dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Kami menghitung untuk satu bulan musim kemarau ini, air baku dari Sungai Citanduy masih tersedia. Artinya, pelanggan masih bisa menerima pasokan air bersih secara normal setiap hari. Namun, kami tetap waspada apabila musim kemarau berlanjut hingga dua sampai lima bulan ke depan,” katanya saat ditemui HR Online, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Perumdam Tirta Galuh Hadirkan Promo Akhir Tahun, Sambungan Baru dengan Harga Spesial
Perumdam Tirta Galuh Ciamis Beberkan Skenario jika Kemarau Berlangsung Lebih dari 5 Bulan
Menurutnya, pengawasan terhadap debit air dilakukan secara berkala agar proses produksi air bersih tetap berjalan optimal. Pasalnya, Sungai Citanduy tidak hanya menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Ciamis, tetapi juga dimanfaatkan oleh wilayah Tasikmalaya sehingga ketersediaannya harus terus dipantau.
“Untuk saat ini kita prediksi jangan sampai ada giliran air ke pelanggan, karena air baku yang diolah masih normal. Akan tetapi, jika kemarau lebih dari lima bulan ke depan pasti akan terganggu,” ujarnya.
Ia mengakui, apabila kemarau berkepanjangan hingga melampaui lima bulan dan debit air terus menurun, Perumdam Tirta Galuh Ciamis kemungkinan akan menerapkan sistem distribusi bergilir. “Namun kita pastikan air masih normal. Kalau pun ada giliran itu terjadi jika air baku menurun. Namun mudah-mudahan tidak terjadi,” harapnya.
Dalam skema penggiliran tersebut, pelanggan yang sebelumnya menerima pasokan air selama 24 jam penuh akan memperoleh layanan selama 12 jam per hari. Jika kondisi sumber air semakin menurun, durasi distribusi dapat kembali disesuaikan menjadi sekitar delapan jam per hari.
Sebagai langkah antisipasi, Perumdam Tirta Galuh Ciamis mengimbau seluruh pelanggan mulai menyiapkan tempat penampungan air di rumah masing-masing. Upaya tersebut dinilai penting sebagai cadangan, apabila sewaktu-waktu sistem penggiliran distribusi harus diterapkan akibat penurunan debit air baku.
Baca Juga: Anggota DPRD Dorong PDAM Ciamis Lakukan Reboisasi Hulu Sungai Citanduy
“Tempat penampungan air sebaiknya disediakan agar ketika mendapat giliran distribusi, pelanggan tetap memiliki cadangan air yang cukup. Itu merupakan langkah antisipasi jika nantinya terjadi penggiliran. Namun untuk saat ini kami pastikan pasokan air maupun jaringan distribusi masih aman,” pungkas Amsi. (ES/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

8 hours ago
4

















































