harapanrakyat.com,- Pemahaman tentang ketaatan istri amatlah penting bagi setiap keluarga muslim saat ini. Selanjutnya, kitab Qurratul Uyun menjelaskan banyak adab mulia terkait hubungan suci ini. Sikap patuh kepada suami menjadi jalan utama bagi perempuan mencapai kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.
Baca juga: Hikmah Mendapatkan Keturunan dalam Ajaran Islam di Kitab Qurratul Uyun
Rasulullah SAW bersabda bahwa rida Tuhan atas perempuan tergantung pada rida pasangannya. Oleh karena itu, seorang perempuan dilarang keras meninggikan suaranya melebihi suara suami. Ancaman hukuman besar selalu menanti mereka yang berani melanggar aturan rumah tangga.
Anjuran Ketaatan Istri di Rumah Pada Suami
Sementara itu, perempuan yang berani membantah suaminya tidak akan memiliki alasan kelak. Keadaan ini secara langsung menunjukkan tingginya kedudukan seorang laki-laki sebagai pemimpin keluarga. Setiap perkataan suami hendaknya selalu didengarkan dan segera ditaati dengan hati lapang.
Kemudian, ancaman neraka sangat nyata bagi perempuan yang sengaja menyakiti hati pasangannya. Perempuan yang bermuka masam kelak pasti dibangkitkan dengan kondisi wajah amat hitam. Semua hukuman tersebut merupakan balasan setimpal atas perilaku buruknya selama di dunia.
Baca juga: Ketahui Apa Saja yang Menjadi Penanda Kesuburan Wanita
Lebih lanjut, perempuan yang keluar rumah tanpa seizin suami juga mendapat kutukan. Berbagai makhluk alam semesta akan melaknat tindakan sangat ceroboh dari perempuan tersebut. Dengan demikian, meminta izin sangat diwajibkan demi senantiasa menjaga martabat sang perempuan.
Di samping itu, seorang perempuan memikul amanat besar untuk senantiasa menjaga harta. Tindakan mengambil harta milik pasangan tanpa izin dinilai sama dengan dosa pencuri. Agama suci selalu melarang berbagai perilaku tercela yang bisa merusak kepercayaan keluarga.
Tanggung Jawab serta Hak Batin dalam Pernikahan
Selanjutnya, menjaga kerahasiaan masalah rumah tangga juga merupakan kewajiban mutlak perempuan solehah. Mereka yang menyebarluaskan rahasia keluarga pasti akan dipermalukan oleh Tuhan saat kiamat. Akibatnya, kehormatan keluarga tersebut harus selalu dijaga ketat agar terhindar dari fitnah.
Bahkan, kiasan agama menyebutkan pengorbanan tubuh perempuan pun belum melunasi hak pasangan. Ungkapan mendalam ini sungguh menggambarkan betapa beratnya tanggung jawab seorang perempuan beriman. Rasa patuh yang tulus harus selalu dilandasi keikhlasan demi mengharap ridho Ilahi.
Baca juga: Keutamaan Membina Rumah Tangga dalam Kitab Qurratul Uyun
Pada intinya, hak batin seorang laki-laki juga wajib dipenuhi dengan penuh kasih. Tindakan menunda permintaan pasangan di ranjang hingga tertidur pasti akan mendatangkan laknat. Oleh karenanya, perempuan solehah tentu akan selalu berusaha keras untuk membahagiakan pasangannya.
Selain itu, perempuan sangat dilarang keras melakukan puasa sunnah tanpa izin resmi. Semua pahala ibadah tersebut tidak akan pernah diterima apabila suaminya merasa marah. Pemenuhan hak pemimpin keluarga ini sering kali lebih diutamakan daripada amalan tambahan.
Kemudian, perempuan yang selalu memakai wewangian di luar rumah pasti menerima laknat. Tindakannya itu dianggap berjalan di bawah kemurkaan Tuhan hingga ia kembali pulang. Batasan dalam ketaatan istri di dalam ajaran Islam ini bertujuan untuk menjaga kesucian nama baik keluarga. (Muhafid/RR6/HR-Online)

3 hours ago
5

















































