harapanrakyat.com,- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Sukanagara di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendapatkan alokasi bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 dari APBN sebesar Rp 1.057.200.644.
Sebanyak 84 siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di tempat relokasi sementara selama proses revitalisasi gedung sekolah tersebut berlangsung.
Kepala SDN 5 Sukanagara, Redi Septiana mengatakan, proses belajar mengajar untuk sementara dialihkan ke dua mushola dan Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ) Al Haq. Relokasi ini mencakup seluruh rombongan belajar (rombel) dari kelas 1 hingga kelas 6.
Baca Juga: Darurat Pendidikan di Tasikmalaya: Siswa SDN Kubangsari Belajar di Bangunan Reyot 5×4 Meter
“Seluruh siswa berjumlah 84 orang sementara dipindahkan ke mushola dan TPQ Al Haq, agar proses belajar tetap berjalan aman dan nyaman selama pembangunan,” kata Redi kepada harapanrakyat.com, Senin (24/8/2026).
Revitalisasi SDN 5 Sukanagara Padaherang Pangandaran
Pekerjaan revitalisasi ini mencakup perbaikan total ruang kelas 1 hingga 6, ruang administrasi guru, serta fasilitas dua unit toilet. Selain itu, pihak sekolah juga mendapatkan tambahan pembangunan pagar pengaman untuk menjamin keselamatan siswa saat beraktivitas di lingkungan sekolah.
Redi menjelaskan, proses pengajuan program ini telah dimulai sejak akhir Desember 2025 melalui penginputan data tingkat kerusakan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Tingkat kerusakan fisik bangunan SDN 5 Sukanagara sebelumnya disinkronkan dengan hasil verifikasi. Serta rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).
“Setiap ruang kelas diverifikasi persentase kerusakannya. Misalnya ada yang mencapai 58 persen. Data dan formulir dari PUPR kemudian diunggah ke sistem sebelum disetujui kementerian, dan dikontrol langsung oleh dinas,” jelasnya.
Pekerjaan fisik gedung sekolah ini dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), yang melibatkan komite sekolah dan masyarakat sekitar. Target waktu pelaksanaannya selama 150 hari kalender hingga November 2026.
Berharap Pengerjaan Selesai Tepat Waktu
Sementara itu, Ketua P2SP SDN 5 Sukanagara, Haris Dirman menambahkan, seluruh pengerjaan fisik mengacu pada dokumen perencanaan dan gambar teknis yang telah ditetapkan. Tenaga kerja yang dikerahkan merupakan warga lokal yang tergabung dalam unsur komite dan masyarakat.
“Pekerjaan ini sepenuhnya dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah bersama masyarakat. Kami bergerak melaksanakan pembangunan sesuai dengan rencana gambar yang ada,” kata Haris.
Pihak sekolah berharap pengerjaan sarana fisik ini dapat selesai tepat waktu. Sehingga para siswa dapat segera kembali menikmati fasilitas gedung sekolah yang lebih aman, representatif, dan kondusif untuk kegiatan belajar. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
4

















































