Penyerang sayap andalan Timnas Jepang, Takefusa Kubo, meyakini bahwa tingkat kepercayaan diri skuad Samurai Biru saat ini berada di level yang jauh lebih matang. Optimisme ini membubung setelah Jepang tampil perkasa dan sukses menjadi tim pertama yang menyegel tiket kelolosan ke Piala Dunia 2026 lewat fase kualifikasi.
Kondisi ini tentu berbeda dengan atmosfer Piala Dunia 2022 di Qatar. Kala itu, Kubo yang masih berusia 21 tahun merupakan pilar paling muda di dalam tim.
Takefusa Kubo saksi hidup bagaimana Jepang tampil mengejutkan dengan menumbangkan dua raksasa Eropa, sebelum akhirnya tersingkir secara menyakitkan di fase 16 besar.
Baca Juga: Pertama Kalinya dalam Sejarah, Timnas Pantai Gading Bisa Kalahkan Prancis
Kini, menjelang turnamen di Amerika Utara, status Kubo telah bergeser. Eks pemain muda yang dulu sekadar diproyeksikan untuk masa depan, sekarang telah bertransformasi menjadi salah satu tumpuan utama yang diharapkan mampu memimpin rekan-rekannya melangkah lebih jauh.
Titik Balik Takefusa Kubo di Kualifikasi Asia
Pemain Real Sociedad ini menceritakan bahwa momen kesadarannya akan kekuatan nyata Jepang muncul di tengah-tengah ketatnya persaingan kualifikasi zona Asia.
“Saat babak kualifikasi Asia memasuki laga keempat atau kelima, kami berhasil memimpin sekitar enam poin. Hal itu membuka mata saya tentang betapa tangguhnya skuad kami saat ini,” kata Takefusa Kubo kepada FIFA, Kamis (4/6/2026).
Bagi Kubo, parameter kemajuan Jepang tidak boleh diukur dari papan skor atau kemenangan semata. Melainkan dari kedalaman strategi dan kekompakan antar pemain di lapangan.
“Saya rasa keyakinan kami sekarang jauh lebih besar. Ini semua berkat cara kami bermain di lapangan dan keterpaduan yang terbangun di dalam tim. Bukan hanya karena hasil akhir pertandingan,” tambahnya.
Belajar dari Luka Lama di Qatar
Walau begitu, Takefusa Kubo tidak menampik bahwa memori kelam di Qatar empat tahun lalu tetap membekas sebagai bahan evaluasi. Kegagalan menembus babak perempat final untuk kesekian kalinya menjadi tamparan sekaligus motivasi.
Baca Juga: Pelatih Timnas Brasil Beri Pujian, Sebut Raphinha Penyerang Terbaik Dunia
“Dari pertandingan itu, saya bisa merasakan sendiri betapa besarnya tantangan untuk bisa mengukir sejarah baru,” ujarnya.
Ia secara kritis menyoroti biang keladi kekalahan kala itu bukan sekedar ketidakberuntungan di babak tos-tosan. Melainkan rapuhnya performa tim di waktu normal dan perpanjangan waktu.
“Saya pikir ada banyak hal yang bisa kami eksekusi dengan lebih baik dalam 120 menit sebelum babak penentuan. Meskipun pada akhirnya sejarah mencatat kami kalah adu penalti. Kegagalan itu menyadarkan kami bahwa ada sesuatu yang kurang, entah itu dari segi intensitas laga atau detail-detail kecil lainnya,” ungkap Takefusa Kubo.
Belajar dari pengalaman tersebut, ketelitian dalam membaca permainan kini menjadi prioritas utama Jepang. “Margin yang sangat tipis menentukan jalannya pertandingan di Piala Dunia. Saya rasa sangat penting bagi kami untuk memperhatikan, dan menangani setiap detail permainan sesempurna mungkin,” kata Kubo.
Misi Mendobrak Sejarah Baru
Kelebihan skuad Jepang saat ini juga ditopang oleh banyaknya pilar mereka yang merumput di liga-liga top Eropa. Jam terbang tinggi di benua biru tersebut secara otomatis mendongkrak mentalitas bertanding tim saat bersua negara-negara kuat.
“Secara mental, kami selalu menghadapi setiap pertandingan dengan cara yang sama. Meskipun pendekatan taktis kami terus berubah, tergantung pada siapa lawan yang kami hadapi,” tutur Takefusa Kubo.
Baca Juga: Paceklik Gol Panjang, Penyerang Timnas Amerika Christian Pulisic Yakin Bersinar di Piala Dunia 2026
“Kami selalu menghargai siapapun lawan yang dihadapi. Tetapi hal itu tidak menyurutkan keyakinan kami, bahwa kami sepenuhnya bisa mengalahkan mereka,” lanjutnya.
Secara personal, pemain yang dikenal berkat kelincahannya ini mengaku sangat menikmati seni melewati lawan dalam duel satu lawan satu. Kendati menjadi motor serangan di lini depan, ia menggarisbawahi bahwa magis individunya tidak akan berarti apa-apa tanpa kolektivitas tim.
Memasuki usia emas 25 tahun, pundak Takefusa Kubo kini mengemban ekspektasi publik yang besar. Ia diharapkan mampu memimpin era baru Timnas Jepang demi mendobrak tembok kutukan babak 16 besar. Serta menembus perempat final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 day ago
17

















































