Mendag Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar ASEAN: Manfaatkan ATIGA dan Dukungan Kredit OJK

8 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Pemerintah terus memperkuat posisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional agar lebih kompetitif di kancah regional. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, mendorong UMKM Indonesia untuk menembus pasar ASEAN.

Melalui sinergi antara kebijakan perdagangan internasional dan kemudahan akses pembiayaan, pemerintah berharap UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh di kawasan ASEAN.

Optimalkan Protokol ATIGA, Mendag Minta UMKM Tembus Pasar ASEAN

Baca Juga: Tarif Pendaftaran Merek 2026 Naik per 1 Agustus, Sektor UMK Tetap Dapat Keistimewaan!

Mendag Budi Santoso mengajak para pelaku UMKM untuk mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan Second Protocol to Amend the ASEAN Trade in Goods Agreement (Second Protocol ATIGA).

Pembaruan perjanjian ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata dalam memperdalam integrasi perdagangan dan memperluas jangkauan pasar bagi pengusaha lokal.

Ia menyebutkan, dua pilar utama dalam pembaruan ini meliputi kerjasama ekonomi dan teknis dengan memberikan landasan kuat bagi peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kemudian, pendampingan khusus UMKM fokus pada bantuan teknis agar UMKM lebih siap bersaing di pasar ekspor ASEAN.

Menurut Mendag, Protokol kedua ATIGA ini meningkatkan komitmen liberalisasi perdagangan di kawasan hingga mencapai 98,76 persen.

“Pembaruan ini membuat aturan main perdagangan di ASEAN menjadi lebih efisien, modern, dan responsif terhadap dinamika dunia usaha saat ini,” ungkap Budi dalam keterangannya kepada awak media usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (23/7/2026).

Lanjutnya menyebutkan, data tahun 2024 menunjukkan bahwa pelaku usaha Indonesia memiliki catatan gemilang dengan tingkat pemanfaatan fasilitas tarif ATIGA mencapai 82,73 persen. Jauh melampaui rata-rata negara ASEAN lainnya yang berada di angka 55,89 persen.

Optimisme Pertumbuhan Kredit UMKM Indonesia di Tengah Tantangan Ekonomi

Dari sisi finansial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan tren positif pertumbuhan kredit UMKM hingga akhir tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh terjaganya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menjadi penyokong aktivitas bisnis pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Dari UMKM Rumahan, Keripik Kentang Mannaws Tumbuh Pesat Lewat Rumah BUMN Bandung

Berdasarkan data per Mei 2026, kredit UMKM mencatatkan pertumbuhan tahunan (yoy) sebesar 0,60 persen. Pertumbuhan ini secara spesifik ditopang oleh sektor menengah yang tumbuh signifikan sebesar 1,84 persen (yoy).

Kemudian, sektor mikro tumbuh sebesar 0,64 persen (yoy). Sedangkan sektor kecil masih mengalami kontraksi tipis sebesar 0,24 persen (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengakui adanya tekanan pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang berdampak pada perputaran kas UMKM.

Namun, OJK telah menyiapkan “payung hukum” melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang POJK UMKM. Hal ini untuk mempermudah akses pendanaan yang murah, cepat, dan inklusif.

Langkah Strategis Memperkuat Ekosistem UMKM

Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan aktif.

Baca Juga: bank bjb Dukung Pengembangan UMKM Daerah Lewat Program KUMITRA

Beberapa strategi kunci yang disiapkan antara lain melakukan pendekatan rantai pasok (supply chain) dengan mengintegrasikan UMKM ke dalam ekosistem bisnis yang lebih besar.

Selain itu, mempercepat akses pembiayaan melalui teknologi, serta memastikan pelaku usaha memiliki pemahaman mendalam terkait pengelolaan modal.

Sinergi antara pemanfaatan pasar ASEAN melalui ATIGA dan dukungan pembiayaan dari OJK diharapkan mampu mewujudkan ekonomi nasional yang lebih inklusif. Sekaligus mengurangi angka kemiskinan sesuai dengan agenda prioritas pemerintah. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |