harapanrakyat.com,- Pada dasarnya, sejarah Candi Jawi bermula dari peninggalan Kerajaan Singasari yang sangat penting bagi bidang sejarah Indonesia. Bangunan suci yang menawan ini terletak tepat di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Situs bersejarah bercorak dua agama ini dibangun pada abad ketiga belas masehi atas perintah Raja Kertanegara.
Baca juga: Menelusuri Sejarah Candi Badut, Jejak Tertua Peradaban Kerajaan Kanjuruhan di Malang
Selanjutnya, bangunan candi megah ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat pemujaan biasa bagi umat beragama setempat. Raja Kertanegara secara khusus membangun situs ini sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu jenazahnya setelah wafat. Pemilihan lokasi di daerah Pasuruan didasari oleh banyaknya pengikut ajaran Siwa-Buddha yang setia kepada sang raja.
Latar Belakang dan Sejarah Candi Megah Jawi di Nusantara
Monumen bersejarah ini memiliki nilai arkeologi yang sangat tinggi karena memadukan dua ajaran agama. Bagian kaki dan tubuh candi menampilkan gaya arsitektur bercorak Hindu dengan relief serta berbagai arca dewa pelindung. Sedangkan, bagian puncak candi menampilkan bentuk stupa megah yang menjadi ciri khas kuat dari ajaran Buddha.
Lebih lanjut, material batu penyusun candi setinggi dua puluh empat meter ini sangat unik karena menggunakan batuan berbeda. Bagian kaki hingga dasar menggunakan batu andesit berwarna gelap yang selalu memberikan kesan sangat kuat dan kokoh. Sementara itu, bagian tubuh hingga atap candi sengaja menggunakan batu kapur putih yang terlihat sangat mencolok.
Baca juga: Sejarah Candi Kidal Peninggalan Kerajaan Singasari yang Ditemukan Thomas Stamford Raffles
Oleh karena itu, perbedaan warna batuan tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pembangunan candi dilakukan dalam dua masa berbeda. Pintu masuk candi ini menghadap ke timur yang secara langsung membelakangi letak geografis Gunung Penanggungan yang disucikan. Arah pintu masuk ini menegaskan fungsi utamanya sebagai bangunan makam kehormatan dan bukan sekadar tempat pemujaan dewa biasa.
Fakta Menarik dan Upaya Pemugaran Bangunan Kuno
Kemudian, kitab kuno Negarakertagama mencatat sebuah peristiwa alam penting yang pernah menimpa bangunan bersejarah peninggalan Singasari ini. Situs budaya tersebut pernah tersambar petir pada tahun seribu tiga ratus tiga puluh satu masehi saat musim hujan. Akibat kejadian alam dahsyat tersebut, keberadaan arca Maha Aksobhya yang berada di dalam bangunan dikabarkan hilang secara misterius.
Di samping itu, relief yang terukir halus di dinding candi juga menyimpan banyak kisah pewayangan yang bernilai. Salah satu pahatan reliefnya menceritakan kisah perjalanan Pangeran Sutasoma yang sangat terkenal dalam karya kesusastraan Jawa Kuno. Pahatan tipis pada dinding candi tersebut memperlihatkan pesan moral kehidupan dan nilai toleransi tinggi antar umat beragama.
Baca juga: Mengungkap Jejak Sejarah Candi Jago di Jawa Timur
Sementara itu, pemerintah Hindia Belanda melalui dinas kepurbakalaan pernah melakukan upaya pemugaran pertama kali pada bangunan indah ini. Proses perbaikan besar tersebut sempat terhenti total karena banyak bagian batu asli penyusun tubuh candi yang hilang. Setelah melewati puluhan tahun pencarian, proses pemugaran bangunan akhirnya berhasil diselesaikan secara sempurna pada tahun sembilan belas delapan puluh.
Bahkan, para pengunjung masa kini masih dapat secara langsung melihat keindahan parit berhiaskan bunga teratai di sekeliling candi. Keindahan arsitektur dan keunikan relief langka ini terus menjadi catatan penting dari penelusuran mendalam sejarah Candi Jawi Nusantara. Banyak ahli purbakala terus mempelajari peninggalan Kerajaan Kertanegara ini untuk mengungkap berbagai pesan rahasia peradaban masa lampau Jawa. (Muhafid/R6/HR-Online)

12 hours ago
14

















































