Mengungkap Misteri Sejarah Candi Barong Sebagai Simbol Kesuburan Yogyakarta

4 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Menelusuri informasi sejarah Candi Barong sangat memberikan wawasan penting mengenai kekayaan warisan sejarah Indonesia di masa lalu. Bangunan suci bercorak Hindu ini terletak kokoh di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, kawasan Kabupaten Sleman. Posisinya berada tegak di atas perbukitan Batur Agung dengan ketinggian luar biasa mencapai sekitar dua ratus meter.

Baca juga: Menggali Nilai Sejarah Candi Dukuh di Tepian Danau Rawapening Semarang

Penemuan situs purbakala bersejarah ini terjadi secara kebetulan oleh seorang pria Belanda pada tahun 1913 silam. Saat itu, pemerintah kolonial sedang sibuk berupaya memperluas area perkebunan tebu untuk sebuah proyek pabrik gula. Kondisi bangunan masa lampau tersebut saat pertama kali ditemukan manusia sudah dalam wujud runtuhan batu andesit.

Menggali Catatan Sejarah Tersembunyi Pembangunan Candi Barong Sleman

Menurut temuan mendalam para ahli arkeologi, tempat peribadatan suci ini kemungkinan besar dibangun pada abad kesembilan. Nama asli bangunan megah ini konon adalah Sari Suragedug sesuai catatan kuno dalam Prasasti Ratu Baka. Prasasti kuno tersebut menyebutkan bahwa Raja Sri Kumbaja sengaja membangun tiga buah lingga beserta dewi pendampingnya.

Sebutan unik bangunan ini berasal dari kehadiran hiasan ukiran kepala kala makara pada relung dinding teras. Masyarakat setempat sangat meyakini bahwa ukiran wajah raksasa tersebut teramat mirip dengan wujud makhluk mitologi barong. Tempat peribadatan purba ini selalu memiliki struktur rancangan arsitektur yang sangat berbeda dari jenis bangunan lainnya.

Baca juga: Sejarah Candi Klotok sebagai Pusat Peradaban Kediri Kuno

Konsep utamanya mengusung gaya punden berundak yang terbagi rapi menjadi tiga tingkatan halaman tempat pemujaan utama. Halaman tertinggi yang paling suci menyimpan dua buah candi batu super besar tanpa memiliki rongga pintu. Karenanya, ketiadaan rongga pintu masuk tersebut secara langsung menandakan bahwa pelaksanaan ritus pemujaan pasti dilakukan di luar.

Fungsi Utama Pemujaan Dewa Wisnu dan Lambang Kesuburan

Tempat peribadatan umat kuno ini memiliki fungsi khusus sebagai lokasi pemujaan suci bagi sosok Dewa Wisnu. Dugaan teramat kuat ini muncul berkat penemuan arca peninggalan Dewa Wisnu beserta istrinya yaitu Dewi Sri. Bahkan, keberadaan Dewi Sri sebagai lambang kesuburan sengaja terus dipuja demi mengatasi masalah kondisi tanah tandus.

Baca juga: Menggali Sejarah Candi Astano di Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi

Para arkeolog andal juga berhasil menemukan berbagai pernak-pernik kuno seperti mangkok keramik serta sendok zaman dahulu. Selain itu, area hamparan perbukitan kapur ini terus menawarkan pesona pemandangan lanskap alam yang menawan mata. Pengunjung dapat bersantai lega sambil menikmati keindahan momen matahari terbenam memukau dari pelataran rumput yang hijau.

Kawasan pelataran peribadatan masa purba ini juga telah tertata amat sangat rapi dengan balutan taman asri. Rangkaian catatan panjang mengenai sejarah awal mula penemuan Candi megah Barong ini sangat memperkaya harta budaya nusantara. Maka, seluruh pemerintah daerah kini terus berupaya melestarikan keberadaan benda cagar budaya tersebut melintasi pusaran zaman. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |