harapanrakyat.com,- Banyak orang merasa takjub saat mempelajari sejarah Candi Gumpung yang berlokasi di kawasan Muaro Jambi. Reruntuhan bersejarah ini merupakan salah satu peninggalan peradaban Buddha Vajrayana yang sangat luar biasa. Kemudian, bangunan suci ini diperkirakan berdiri kokoh sejak pertengahan abad kesembilan hingga awal abad kesepuluh.
Baca juga: Fakta Menarik Sejarah Candi Bahal Sebagai Warisan Kerajaan Sriwijaya
Menurut catatan tim ahli, peneliti menemukan sebuah lempengan emas bertuliskan aksara Kawi Kuno di dasar candi. Lempengan emas tersebut memuat tulisan suci yang berkaitan erat dengan konsep Vajradhatu Mandala masa lalu. Selanjutnya, penemuan keramik peninggalan Dinasti Sung dari China semakin memperkuat perkiraan usia berdirinya situs budaya ini.
Fakta Unik Sejarah Arsitektur Candi Gumpung di Sumatera
Bangunan utama tempat ibadah ini memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar tujuh belas meter. Walaupun terlihat sangat megah, struktur kuno penyebar agama ini unik karena sama sekali tidak memiliki ruangan dalam. Di samping itu, pintu masuk utamanya dirancang khusus untuk menghadap lurus ke arah timur.
Pada sisi depan bangunan, terdapat sebuah tangga naik yang dilengkapi dengan satu hiasan arca makara. Makara tersebut berbentuk kepala monster air dengan mulut terbuka lebar yang menampakkan deretan giginya. Lebih lanjut, di atas lidah makara itu terpahat sosok manusia setengah badan yang memakai mahkota.
Para ahli meyakini bahwa proses pembangunan tempat suci ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang berbeda. Bagian atas batur atau lapik besar ditata rapi dengan lima buah stupa yang berukuran kecil. Stupa-stupa tersebut sengaja dibangun untuk melambangkan kelima Dhyani Buddha sesuai ajaran utama aliran Vajrayana.
Baca juga: Fakta Menarik di Balik Surat Raja Sriwijaya ke Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Tepat di bagian depan halaman bangunan induk, para arkeolog juga menemukan sisa struktur sebuah mandapa. Kaki bangunan mandapa tersebut berukuran sekitar sembilan meter persegi dengan tangga di sisi timur dan barat. Selain itu, terdapat sepasang batu umpak yang dulunya berfungsi sebagai penyangga tiang atap bangunan kayu.
Seluruh struktur bangunan suci ini dikelilingi oleh sebuah pagar batu bata yang berukuran sangat luas. Pintu gerbang utama kawasan ini diperkirakan terletak pada bagian sisi dinding sebelah timur pagar pembatas. Sementara itu, pintu gerbang di sebelah barat memiliki ukuran fisik yang tampaknya jauh lebih kecil.
Penemuan Arca Prajnaparamita Tanpa Kepala
Dalam proses pemugaran sekitar tahun delapan puluhan, tim arkeolog menemukan arca Prajnaparamita yang sangat memukau. Arca dewi kebijaksanaan tersebut memiliki gaya seni tinggi yang keindahannya sangat mirip dengan peninggalan Singasari. Sayangnya, patung peninggalan bersejarah yang tak ternilai ini ditemukan dalam kondisi tanpa kepala yang utuh.
Baca juga: Jejak Emas Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Harta Karun Peninggalan Sejarah yang Jadi Buruan
Terdapat sebuah dugaan bahwa kerusakan fisik patung tersebut terjadi akibat benturan alat pertanian milik warga. Sebagian pihak lain menduga kerusakan itu sengaja dilakukan oleh manusia karena dianggap sebagai sebuah berhala. Meskipun wujudnya sudah tidak sempurna, sisa pahatan arca tersebut tetap memancarkan keindahan seni yang sangat tinggi.
Saat ini, pemerintah daerah dan pihak terkait terus berupaya keras merawat kawasan cagar budaya tersebut. Kehadiran kompleks percandian ini senantiasa membuktikan betapa pesatnya kemajuan peradaban Nusantara pada masa yang lampau. Oleh karena itu, sejarah peradaban Candi Gumpung wajib selalu kita lestarikan demi edukasi generasi penerus. (Muhafid/R6/HR-Online)

4 hours ago
6

















































